Bentuk Tim Independen untuk Usut Kecelakaan di Tol Jagorawi

Bentuk Tim Independen untuk Usut Kecelakaan di Tol Jagorawi

- detikNews
Sabtu, 20 Nov 2004 09:19 WIB
Jakarta - Desakan membentuk tim independen untuk menyelidiki kasus tabrakan di jalan Tol Jagorawi terus menguat. Penyelidikan yang ada saat ini dinilai kurang terbuka.Indonesia Police Watch mengatakan, jika hanya ditangani Polri, ada kesan para petinggi Polri ingin melindungi ketidakprofesionalan bawahannya. Bahkan, para petinggi Polri cenderung mau menang sendiri dan arogan."Penyidikan kasus tabrakan beruntun di Jalan Tol Jagorawi tampak semakin 'kusut'. Dengan kekuasaan di tangannya secara sewenang-wenang Polri masih menetapkan ketiga sopir yang menjadi korban sebagai tersangka," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane, dalam siaran persnya kepada detikcom, Sabtu (20/11/2004)."Di samping itu, agar penyidikan kasus tabrakan beruntun ini terkesan adil. Bagaimana pun kasus ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak. Sehingga di masa-masa mendatang sistem pengawalan Presiden tidak lagi menelan korban jiwa, baik di jalan tol maupun di jalan arteri," imbuhnya.Neta juga mendesak agar polisi, baik Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar maupun Kapolda Metro Jaya Irjen Firman Ghani, untuk membebaskan para sopir itu dari statusnya sebagai tersangka."Sebab, dari kronologis kejadian, ketiga sopir itu sesungguhnya adalah korban dari ketidakprofesionalan aparat Polri dalam menjalankan fungsinya dalam melindungi dan mengamankan masyarakat," ujar Neta. (djo/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini