PPI Belanda:
Jangan Main-Main Usut Kasus Munir
Jumat, 19 Nov 2004 13:08 WIB
Den Haag - Pemerintah jangan main-main mengusut kasus Munir. Jika terbukti diracun, maka otak pelakunya harus diungkapkan. Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Belanda mengingatkan.Dalam versi pernyataan yang diterima detikcom, Kamis (18/11/2004) petang waktu setempat, PPI Belanda mengingatkan betul agar kematian Munir diusut tuntas dan tidak main-main."Apabila memang terbukti bahwa Munir meninggal karena diracun oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab maka PPI Belanda mendesak agar pemerintah Indonesia mengusut permasalahan ini secara tuntas dan mengungkap otak pelaku peristiwa ini," demikian PPI Belanda seraya menekankan agar terhadap pelaku diambil tindakan hukum yang sesuai dalam waktu sesingkat-singkatnya.Menurut PPI Belanda, gejala-gejala bahwa Munir diracun terlihat pada saat perjalanan dari Singapura menuju Amsterdam, yakni Munir berkali-kali ke toilet karena muntah-diare dan gelisah yang merupakan tanda-tanda dari keracunan zat arsenicum. "Melihat hal ini besar kemungkinan bahwa Munir telah diracun oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," papar wadah pelajar Indonesia seluruh Belanda itu.Ditambahkan, walaupun sampai saat ini hasil otentik dari penyelidikan Nederlands Forensisch Instituut (NFI) belum disebarkan ke publik, PPI Belanda merasa sangat prihatin dengan kejadian tersebut. "Masyarakat ingin mengetahui kebenaran peristiwa itu dan oleh sebab itu perlu adanya pemberitahuan dan klarifikasi resmi kepada publik tentang hasil otopsi yang dilakukan oleh NFI melalui pers," tandas pernyataan yang dituangkan dalam lembaran berlogo obor menyala. PPI Belanda juga menghimbau agar semua komponen masyarakat baik di Belanda maupun di tanah air yang peduli kepada Munir untuk memberikan kepercayaan kepada pihak yang berwajib untuk menjalankan tugas mereka dan tidak bertindak di luar jalur hukum tetapi tetap memantau perkembangan hasil penyidikan oleh pihak-pihak yang terkait.Pernyataan yang diteken ketua Yurdi Yasmi, itu juga menegaskan bahwa PPI Belanda sangat peduli dengan masalah ini bukan hanya karena Munir sebagai calon pelajar di Universitas Utrecht Belanda tapi juga karena PPI Belanda menganggap perjuangan Munir untuk HAM di tanah air perlu dilanjutkan dan agar generasi muda penerusnya tidak perlu gentar untuk tetap memperjuangkan HAM baik di tanah air maupun di dunia international. "PPI Belanda juga menginginkan semua pihak bisa belajar dari kasus ini dan jangan sampai terulang lagi," demikian bunyi pernyataan.
(es/)











































