Alvin Lie: Publik Melawan Kekuasaan Soal Kasus Jagorawi

Alvin Lie: Publik Melawan Kekuasaan Soal Kasus Jagorawi

- detikNews
Jumat, 19 Nov 2004 10:55 WIB
Jakarta - Publik melakukan perlawanan terhadap kekuasaan dalam kasus kecelakaan di Tol Jagorawi. Kekuasaan yang dimaksud dalam hal ini adalah Jubir Kepresidenan dan Kapolri."Kami menangkap kesan kuat, publik melawan kekuasaan. Seperti yang dilakukan Juru Bicara Kepresidenan (Andi Mallarangeng) dalam waktu singkat sudah langsung menyalahkan sopir bus Garuda. Padahal belum melihat fakta yang terjadi."Demikian disampaikan anggota DPR Alvin Lie saat dihubungi detikcom melalui telepon, Jumat (19/11/2004). Dia bersama rekan-rekannya berencana menengok 3 pengemudi yang menjadi tersangka dan para korban kecelakaan Tol Jagorawi."Demikian juga Kapolri (Jenderal Pol Dai Bachtiar) yang langsung menetapkan 3 pengemudi sebagai tersangka. Ini melukai rasa keadilan masyarakat. Sebab fakta yang terjadi, kejadian disebabkan penyetopan mendadak yang dilakukan petugas saat Presiden mau lewat," tukasnya.Padahal jalan tol itu jika mau ditutup, lanjut dia, harus berkoordinasi dengan pihak Jasa Marga. Dia pun mengingatkan kalau jalan tol itu merupakan jalan bebas hambatan. Sehingga petugas harus hati-hati dalam menerapkan prosedur tetap (protap) menyetop kendaraan."Kami akan memastikan tindakan hukum terhadap para tersangka, apakah memang benar mereka yang bersalah. Kami juga akan memastikan biaya perawatan dan rehabilitasi terhadap para korban benar-benar ditanggung pemerintah," tukas Alvin.Tabrakan beruntun yang melibatkan 7 kendaraan terjadi di Tol Jagorawi pukul 07.50 WIB, 17 November 2004. Insiden ini terjadi 10 menit sebelum iring-iringan kendaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lewat. Akibat kecelakaan tersebut, 6 orang meninggal dan 10 orang luka. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads