Perancis Siap Serahkan Laporan Kesehatan Arafat
Jumat, 19 Nov 2004 03:22 WIB
Jakarta - Perancis siap menyerahkan laporan kesehatan Yasser Arafat yang diminta para pemimpin Palestina. Laporan tersebut akan diberikan lewat kemenakan laki-laki Arafat. Sejauh ini Pejabat Perancis menyatakan di bawah undang-undang kebebasan pribadi Perancis, laporan kesehatan Arafat hanya akan diserahkan kepada pihak keluarga. Sebab itu permintaan para pemimpin Palestina tidak dapat dikabulkan. Namun, Paris saat ini sedang mempertimbangkan kemenakan laki-laki Arafat, seorang pengamat Palestina yang bekerja di PBB, Nasser al-Kidwa, sebagai kerabat Arafat. Nasser al-Kidwa segera pergi ke Perancis, membuat permintaan resmi atas laporan kesehatan Arafat."Permintaannya ini benar-benar dari pihak keluarga," ungkap kata Menteri Luar Negeri alestina Nabil Shaath, Kamis (18/11/2004).Sebab kematian Arafat di rumah sakit militer Paris belum tersingkap. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa Arafat mungkin diracun. Namun, pejabat Perancis menyangkal isu tersebut dan mengatakan undang-undang kebebasan pribadi melarang dokter membeberkan laporan kesehatan seseorang ke publik.Kepada kantor berita AFP, juru bicara Kementrian Pertahanan Perancis Jean-Francois Bureau mengatakan memang sedang mengharapkan permintaan ini. Penyerahan laporan kesehatan Arafat akan mencairkan suasana diplomatik antara Perancis dan Palestina. Selebihnya, diserahkan kepada pihak keluarga Arafat apakah akan mempublikasikan laporan kesehatan tersebut kepada publik.Harian Paris Le Monde pun sudah memberitakan, dokter yang merawat Arafat sangat yakin kematian Arafat disebabkan penggumpalan darah yang disebut disseminated intravascular coagulation. Arafat wafat 11 November dan telah dimakamkan di Ramallah.
(key/)











































