Tedjowulan Imbau Abdidalem Tidak Mundur

Tedjowulan Imbau Abdidalem Tidak Mundur

- detikNews
Kamis, 18 Nov 2004 15:00 WIB
Solo - Perpecahan di Kraton Surakarta berekses pada pengunduran diri puluhan orang abdidalem. Tedjowulan yang hingga saat ini masih berada di luar kraton mengaku bisa memahami keresahan para abdidalem tersebut, namun demikian dia mengimbau agar langkah pengunduran diri itu dibatalkan.Kepada wartawan di sela-sela menerima para tamu saat menggelar open house, Tedjowulan mengaku memahami kegelisahan para abdidalem, namun demikian dia berharap agar seluruh abdidalem bisa bersabar dan kembali bergabung meneruskan kehidupan tradisi kraton. Sedangkan kepada ratusan abdidalem lain yang sedang resah diharapkan tetap meneruskan pengabdiannya.Menurutnya, hingga saat ini telah belasan abdidalem yang secara terbuka menemuinya dan menyatakan mengundurkan diri dari kraton, dengan berbagai alasan. Sebagian besar alasannya adalah sudah tidak menemukan lagi ketentraman di kraton."Mereka itu mengabdi di kraton bukan untuk mencari materi atau gaji. Mereka yang sebagian besar sudah sepuh-sepuh itu hanya ingin mencari ketentraman dengan ikut membesarkan kraton yang menjadi peninggalan para leluhur. Tapi kalau diperlakukan tidak manusiawi ya tidak benar," ujar Tedjowulan kepada wartawan, Kamis (18/11/2004)."Saya sangat prihatin dan berharap agar mereka tidak membatalkan niatnya dan selanjutnya kembali mengabdi ke kraton, bukan kepada person orang. Sedangkan ratusan abdidalem lainnya saya minta untuk tetap menjalankan tugas-tugasnya," lanjutnya.Ditemui terpisah KRT Mardjodipuro, sekretaris Pengageng Parentah Kraton mengakui bahwa dirinya mengundurkan diri dari abdidalem kraton yang diikuti oleh sembilan orang temannya. Surat pengunduran diri itu disampaikan kepada PB XIII Hangabehi yang hingga saat ini masih menguasai kompleks kraton dan kepada Pengageng Parentah Kraton."Saya melihat kraton sekarang hanya dikuasai oleh satu keluarga (saudara-saudara satu ibu dengan Hangabehi), yang menurut saya itu sudah tidak lagi dapat dibenarkan. Banyak abdidalem yang resah dan ingin segera menyusul. Menurut saya solusinya hanya satu, segera selesaikan konflik internal suksesi," ujar dia.Pengageng Parentah Kraton Surakarta, Dipokusumo, membenarkan telah menerima surat pengunduran diri tersebut. Menurutnya langkah para abdidalem itu bisa membahayakan kelangsungan kraton karena saat ini para abdidalem pendukung utama semua kegiatan kraton. "Sebetulnya mereka hanya tidak suka yang ada di dalam (Hangabehi Cs)," ujar pendukung Tedjowulan tersebut. (sss/)


Berita Terkait