"Mohon maaf, untuk masalah proses hukum kita serahkan ke penyidik KPK. Selanjutnya lewat kuasa hukum saya saja," ujar Artha Merish di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (12/11/2013).
Artha Merish keluar gedung KPK sekitar pukul 23.20 WIB. Karena kelelahan dia kemudian langsung masuk ke mobil sedan warna hitam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perusahaan kami tidak pernah berhubungan dengan SKK Migas, kami hanya bermain di penjualan solar bersubsidi," tutur Yulius.
Namun, Yulius mengakui jika perusahaan yang dipimpin Artha Meris itu berhubungan dekat dengan kementerian ESDM. Kedekatan itu terkait pengurusan izin beberapa bisnis di bidang energi.
"Ya kalau kami berhubungannya dengan kemeterian ESDM, karena kan terkait izin usaha," jelas Yulius.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, PT Surya Parna Niaga adalah perusahaan yang dekat dengan SKK Migas. Perusahaan ini kerap menjadi rekanan SKK Migas, sejak masih bernama BP Migas.
(kha/ega)










































