Annan Kutuk Pembunuhan Sandera Perempuan Inggris di Irak
Kamis, 18 Nov 2004 12:14 WIB
Jakarta - Terkejut dan prihatin. Itulah yang dirasakan Sekjen PBB Kofi Annan atas pembunuhan brutal terhadap Margaret Hassan, perempuan Inggris yang mengepalai kantor CARE International di Irak, yang disandera bulan lalu.Annan pun mengutuk pembunuhan yang menargetkan para pekerja bantuan kemanusiaan dan organisasi kemanusiaan yang dinilai sebagai tindakan yang tidak dapat ditolerir.Demikian disampaikan Annan melalui juru bicaranya seperti dilansir UN Daily News, Kamis (18/11/2004)."Hasil kerja Nona Hassan di Irak akan dikenang sebagai contoh solidaritas kemanusiaan. Sekjen PBB menyampaikan rasa duka, simpati mendalam dan belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang yang mencintai Nona Hassan," sebut jubir Annan.Hassan bekerja di Irak lebih dari 25 tahun sebagai pekerja bantuan kemanusiaan dan mengabdikan hidupnya untuk menolong warga Irak. Di bawah arahan perempuan Inggris yang sudah mendapatkan kewarganegaraan Irak itu, CARE International menjadi partner dekat PBB, khususnya UNICEF, untuk menolong warga Irak.Namun pada 19 Oktober 2004, Hassan diculik. Pada 17 November 2004, televisi Al Jazeera mengaku menerima video yang berisi rekaman penembakan seorang sandera perempuan yang matanya ditutup. Perempuan itu ternyata adalah Hassan. Namun Al Jazeera tidak menayangkan video tersebut.PM Tony Blair mengaku geram dengan pembunuhan terhadap Hassan. Apalagi perempuan 59 tahun itu sempat beberapa kali memohon kepada Blair untuk menyelamatkan nyawanya dengan memenuhi permintaan penculik agar Inggris menarik pasukan dari Irak.Suami Hassan, Tahseen meminta penculik menyerahkan jasad istrinya. Tahseen ingin tahu apakah istrinya benar-benar sudah meninggal atau masih hidup. Kalaupun memang sudah meninggal, Tahseen ingin tahu di mana jasad istrinya agar bisa dimakamkan dengan tenang.
(sss/)











































