"Pak Presiden SBY dan saya tercatat sebagai masyarakat Desa Nagrek. Dalam kehidupan di desa tentu ada yang namanya Pilkades (pemilihan kepala desa). Sebagai warga negara yang baik kami ikut memberikan suara. Kami berdua aktif menghadiri TPS jika dipanggil kalau ada Pilkades, Pilkada, ataupun Pilpres," tutur Ani di depan 1.700 anggota Dharma Wanita Persatuan. Acara bertempat di Gedung Manggala Wanabhakti, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2013).
Ketika Pilkades tersebut dirinya mengaku tidak mengenal sosok para calon kades tersebut. Kemudian ia bertanya kepada pegawai yang ada di rumahnya yang merupakan penduduk setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga meminta informasi tentang visi dan misi dari para calon kades tersebut. Namun karena visi dan misi mereka serupa, yakni akan membangun desa, maka pilihan dijatuhkan ke mantan sekretaris desa itu.
"Ternyata apa yang saya dan Pak SBY pilih tidak menang, tapi apa boleh buat? Itu aspirasi rakyat yang harus dihargai. Tetapi kita tidak boleh apatis walaupun pilihan kita kalah," ujarnya.
(van/nrl)










































