Andi: Sopir Bus Garuda Ditangkap

Tabrakan Maut Tol Jagorawi

Andi: Sopir Bus Garuda Ditangkap

- detikNews
Rabu, 17 Nov 2004 11:35 WIB
Jakarta - Tabrakan beruntun di Tol Jagorawi yang menewaskan 5 orang berbuntut penangkapan terhadap sopir bus Garuda yang diduga mengantuk."Sopir bus Garuda kemungkinan ngantuk sehingga terjadi tabrakan beruntun. Dia sudah ditangkap."Hal itu disampaikan Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng, didampingi Wakasatpatwal Herry Ardiyanto, yang menggelar jumpa pers mendadak di Kantor Presiden jalan Medan Merdeka Utara Jakarta Pusat, Rabu (17/11/2004).Tabrakan beruntun yang melibatkan 7 kendaraan terjadi di Tol Jagorawi sekitar pukul 07.50 WIB. Akibatnya 5 orang tewas dan 7 orang luka. Insiden ini terjadi sekitar 10 menit sebelum rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melewati lokasi kejadian. Sesuai prosedur, kendaraan yang berada di lintasan yang akan dilalui Presiden dihentikan sementara. Namun kemudian terjadi tabrakan beruntun.Andi menjelaskan kronologi insiden tabrakan tersebut. Diuraikan dia, terjadi kecelakaan lalu lintas di sekitar lingkar Cibubur jalan masuk Tol Jagorwai dari arah Cikeas yang merupakan lokasi kediaman pribadi SBY."Kejadian terjadi sebelum iring-iringan Presiden memasuki jalan tol. Informasi yang kami dapat, ada sebuah bus Garuda B 7707 AD menabrak beberapa mobil di depannya, ada 6 mobil," tuturnya.Menurut data yang diterima Andi, 6 mobil lainnya adalah angkot suzuki minibus F 1987 BS, kijang B 2834 BC, suzuki minibus B 1949 BM, kijang B 7044 BA, carry B 9465 KA, dan kijang B 8546 BO."Peristiwa ini menurut informasi, 5 orang tewas dan sudah dibawa ke RSCM. Korban luka 7 orang dirawat di RS UKI. Informasi menyebutkan, ada bus menabrak kendaran-kendaraan tadi 10 menit sebelum iring-iringan Presiden. Jadi tabrakan bukan antara iring-iringan Presiden dengan kendaraan-kendaraan tersebut," jelas Andi.Sedangkan Herry mengaku berada pada rombongan paling depan. "Saya sudah melempar pesan ke Polda sesuai dengan prosedur pada pukul 07.00 WIB, rangkaian Krisna parkir," paparnya merujuk pada kode untuk iring-iringan SBY."Kemudian pukul 07.30 WIB, persiapan pertama dan Krisna start, sehingga tak lama setelah itu rombongan berangkat. Saya terdepan, saya sweeper, dan anak buah saya sudah menghentikan kendaraan-kendaraan sebelum saya lewat," urainya."Nanti akan ada laporan yang lebih lengkap. Siapa yang salah akan ketahuan dan akan ada tindakan secara hukum, siapapun dia," tukas Herry. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads