Andi: Protap Benar, Tabrakan di Tol Jagorawi Human Error
Rabu, 17 Nov 2004 11:24 WIB
Jakarta - Prosedur tetap (protap) untuk menghentikan kendaraan saat rombongan Presiden akan lewat dinilai sudah benar dilakukan. Sehingga tabrakan beruntun di Tol Jagorawi yang menewaskan 5 orang dinilai terjadi karena human error."Dalam protap, sebelum iring-iringan Presiden lewat, 15 menit sebelumnya dilakukan pengamanan. Semua jalan-jalan yang akan dilewati atau yang akan dituju segera ditutup. Tampaknya polisi telah melakukan tindakan sesuai dengan protap."Hal itu disampaikan Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng, didampingi Wakasatpatwal Herry Ardiyanto, yang menggelar jumpa pers mendadak di Kantor Presiden jalan Medan Merdeka Utara Jakarta Pusat, Rabu (17/11/2004)."Namun terjadi human error, sehingga sewaktu kendaraan sudah dihentikan karena Presiden mau lewat, ada bus yang menabrak kendaraan yang sudah berhenti," katanya."Jadi protap sudah benar. Petugasnya sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Tapi tampaknya ada human error. Inilah yang terjadi," ujar Andi lagi.Benarkah tabrakan terjadi karena ada penyetopan mendadak dari petugas Patwal? "Tidak ada penyetopan mendadak. Karena protap polisi yang mengawal itu sudah menghentikan kendaraan sebelum iring-iringan akan lewat, dan kendaraan sudah berhenti," katanya.Tabrakan beruntun yang melibatkan 7 kendaraan terjadi di Tol Jagorawi sekitar pukul 07.50 WIB. Akibatnya 5 orang tewas dan 7 orang luka. Insiden ini terjadi sekitar 10 menit sebelum rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melewati lokasi kejadian. Sesuai prosedur, kendaraan yang berada di lintasan yang akan dilalui Presiden dihentikan sementara. Namun kemudian terjadi tabrakan beruntun.
(sss/)











































