Pengacara: Biadab, Pengosongan SMPN 56 Saat Libur Lebaran
Rabu, 17 Nov 2004 10:40 WIB
Jakarta - Pengosongan paksa bangunan SMPN 56 Melawai Jakarta Selatan oleh petugas dinilai aneh dan biadab. Apalagi aksi petugas itu dilakukan saat liburan hari raya Lebaran."Benar-benar aneh dan biadab. Ini kan masih hari libur Lebaran. Orang-orang pada libur. Apa para petugas ini tidak libur dan tidak merayakan Lebaran. Kok bisa-bisanya mereka melakukan pengosongan paksa pada saat-saat seperti ini," tukas pengacara Lambok saat dihubungi detikcom melalui telepon pukul 10.30 WIB, Rabu (17/11/2004).Menurut dia, aksi pengosongan paksa yang dilakukan petugas hampir sama dengan pengosongan yang pertama, yakni terjadi pada hari libur. "Kejadiannya hari Minggu subuh jam empat dinihari," ujarnya.Ditegaskan dia, aksi yang dilakukan petugas jelas-jelas di luar jalur dan prosedur hukum. Sebab secara hukum, aksi tersebut tidak boleh dilakukan karena kasusnya masih dalam proses hukum."Ini dipaksakan. Sebab tidak ada dan belum ada putusan hukum yang mengharuskan pengosongan bangunan sekolah. Ini benar-benar arogansi kekuasaan," tandas Lambok.
(sss/)











































