Perancis Belum Terima Permintaan Palestina Soal Arafat
Selasa, 16 Nov 2004 16:49 WIB
Jakarta - Pemerintah Perancis belum menerima permintaan resmi Perdana Menteri Palestina Ahmad Qurei agar memberikan laporan lengkap tentang kematian Yasser Arafat.“Begitu menerima, kita akan mengkajinya secara menyeluruh,” kata Jubir Juru Bicara Menteri Luar Negeri Perancis Herve Ladsous seperti dikutip Associated Press, Selasa (17/11/2004).Sementara Juru Bicara Menteri Pertahanan Perancis menyatakan laporan kematian itu, sesuai UU, bisa diberikan kepada pihak-pihak yang berhak menerimanya seperti keluarga. Dijelaskan, keluarga dan pihak-pihak yang berkepentingan diminta membuat permintaan dan menjelaskan mengapa mereka ingin melihat laporan tersebut. “Jika pihak-pihak yang memenuhi syarat meminta laporan kematian Arafat untuk dikirim, hukum yang juga berlaku bagi dokter, mengatakan laporan itu harus diberikan,” kata Jubir Menteri Pertahanan Perancis.Arafat diterbangkan dari Ramallah ke RS Percy Paris pada 29 Oktober 2004 lalu setelah kesehatannya memburuk. Arafat kemudian jatuh koma untuk beberapa hari sebelum akhirnya meninggal. RS yang mengumumkan kematian Arafat menolak menjelaskan penyebab kematian itu. Dokter pribadi Arafat, Dr Ashraf al Kurdi meminta untuk dilakukan otopsi dan penjelasan kepada publik tentang penyebab kematian Arafat. Hal itu untuk mengklarifikasi isu yang berkembang Arafat meninggal karena diracun.
(iy/)











































