SBY Ingin Tata Ulang Jakarta
Selasa, 16 Nov 2004 15:36 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ingin menata ulang tata kota Jakarta agar menjadi kota yang utuh. Saat ini pemerintah sedang merancang konsep penataan tersebut.“Kita sedang merancang konsep kota Jakarta yang utuh. Nanti akan saya undang Gubernur DKI dan jajarannya bersama menteri terkait,” kata SBY dalam dialog dengan jajaran Pemda DKI Jakarta, di gedung Balaikota Fatahillah, Ancol, Selasa (16/11/2004).Hadir dalam dialog dengan SBY, Walikota Jakarta Utara Effendy Anas, Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Aura Tambunan dan Dirut Taman Impian Jaya Ancol Sudiro Pramono. Menteri Pariwisata Jero Watjik tampak mendampingi SBY.Kota yang utuh, dalam konsep SBY meliputi lima masalah. Pertama, penanganan kemacetan lalu lintas. Dalam hal ini terdiri program jangka menengah dan jangka panjang. SBY juga menyetujui subway untuk memecahkan masalah transportasi. Kedua, pemecahan banjir dan solusinya. Untuk kasus ini, SBY menilai konsep kanalisasi perlu ditata kembali. Ketiga, penanganan sampah dan pembuangannya. Untuk kasus sampah, SBY meminta kasus Tempat Pembuangan Akhir Bantar Gebang segera diselesaikan. Keempat, masalah perumahan dan kelima isu-isu reklamasi. Presiden juga menyoroti masalah penanganan sungai di Jakarta. “Kita harus ada pemecahan bagaimana aliran sungai di Jakarta itu menjadi sahabat. Di kota lain sungai itu jadi keindahan bukan menjadi kotoran,” katanya.Untuk penataan ulang Jakarta itu biayanya akan ditanggung secara bersama-sama baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah dan swasta. “Yang penting ada perencanana jangka panjang. Kalau dilakukan ad hoc ini tidak memecahkan masalah karena akan membuat masalah di tempat lain. Ini harus kita pikul sama-sama. Tidak mudah mengelola metropolitan,” kata SBY.Tambah Rusa di MonasPada kesempatan itu, SBY juga menyampaikan keinginanya untuk menambah jumlah rusa di Monumen Nasional (Monas). Penambahan itu perlu dilakukan untuk mengurangi populasi rusa di Istana Bogor yang sudah berlebihan. “Memang dulu ada perubahan terhadap rusa. Tapi ternyata hidup. Di Istana Bogor itu over population. Ada kelebihan 100 rusa. Padahal tiap tahun bertambah terus,” katanya. “Jjadi lebih baik kalau kita distribusikan agar lebih indah dan 5 tahun mendatang harus lebih hijau, lebih bersih, indah dari sekarang. Nah ini tugas kita bersama-sama,” tambah SBY.
(iy/)











































