43 Persen Ummat Islam Tunaikan Umrah Lebih dari Sekali
Selasa, 16 Nov 2004 05:28 WIB
Jeddah - Jumlah jamaah yang menunaikan ibadah umrah ramadhan ke tanah suci tahun 1425 mencapai 2,5 juta umat Islam. Jumlah ini melonjak tajam dari tahun sebelumnya . Demikian hasil pemantauan Institut Pengakajian Haji Khadimul Haramain Arab Saudi seperti dilansir harian Al Madinah, edisi Senin (15/11/2004).Institut Pengkajian Haji itu memaparkan, 43 persen jamaah umrah yang datang ke tanah haram tahun sudah lebih dari sekali menunaikan ibadah umrah. Profil jamaah umrah tersebut yaitu 42,9% berumrah lebih dari sekali. Kemudian 74% yang datang dari luar Arab Saudi dengan 81 macam warga negara dari 70 bangsa. Lantas berumur antara 31 sampai 40 tahun sebanyak 29,6 persen.Jamaah umrah yang bersama-sama keluarganya yang datang dari luar Arab Saudi mencapai 46,7% dan berpendidikan sarjana sebanyak 30,6 persen.Sementara yang jumlah jamaah umrah yang tinggal di Hotel sebanyak 47,57%. Yang tinggal di pemukiman suite (semi hotel) mencapai 15,43%. Sedangkan yang tinggal di Masjdil Haram hanya 9,13% dan menginap di rumah karabatnya 8,6 persen.Jamaah yang rutin setiap hari melaksanakan ibadah shalat lima waktu di Masjidil Haram sebanyak 66%. Melaksanakan tawaf cuma sekali waktu setiap harinya mencapai 38,7% dan melaksanakan tawaf tiga kali sehari hanya 9 persen.Ketua Institut Khadimul Haramain menjelaskan, dari sejumlah jamaah umrah yang datang beribadah pada musim ramadhan tahun ini beragam bahasa. Sebanyak 52% berbahasa Arab termasuk 40,3% yang berbeda-beda dialek sesuai kebiasaan bahasa yang digunakan setiap hari. Sedangkan jamaah berbahasa urdu 6,7%, berbahasa inggris 6,1%, berbahasa melayu 5,5%, berbahasa mandarin 3,1% kemudian berbahasa parisia hanya 2,7 persen.Dari segi visa masuk ke Arab Saudi jamaah yang menggunakan visa umrah 90,8%, visa ziarah 4,4%, visa kerja 0,9% dan yang memakai visa transit hanya 0,5 persen.Selain itu, Institut Pengkajian Haji Khadimul Haramain telah mengkaji beberapa hal selama bulan suci ramadhan tahun ini sebagai evaluasi dan langkah untuk lebih meningkatkan pelayanan pada masa mendatang demi kenyamanan terhadap para dhuyufurrahman menunaikan ritual ibadah di tanah haram.Ada tiga hasil kajian yang diperoleh sebagai pelayanan unggulan. Pertama, dari segi keamanan terutama di seputar Masjidil Haram perlu lebih ditingkatkan dengan saling berkoordinasi antara semua pihak instansi terkait. Kedua, pengawasan ketat terhadap terjadinya pencopetan dan kehilangan barang baik dalam masjid maupun di wilayah sekitarnya.Ketiga, memperbanyak peta petunjuk arah sebagai antisipasi menghindari kejadian berbahaya yang tidak diinginkan dalam Masjdil Haram dan sekelilingnya.
(iy/)











































