Rabu, Istri Munir ke Belanda
Selasa, 16 Nov 2004 07:07 WIB
Jakarta - Suciwati, istri aktivis HAM Munir yang diduga meninggal karena diracun, kemungkinan besar Rabu (17/11/2004) ini akan terbang ke Belanda. Namun keberangkatan itu masih menunggu kepastian Mabes Polri."Katanya sih Rabu mau ke Belanda. Tapi hingga kini belum ada kepastian sama sekali dari Mabes Polri," kata salah seorang sumber di Kontras, dalam perbincangan dengan detikcom Selasa (16/11/2004)."Kita sih nunggu saja karena kita Cuma ngikut," tambah sumber itu tentang sikap keluarga Munir.Suci akan ke Belanda bersama tim penyidik Mabes Polri dan staf Deplu untuk mengusut penyebab kematian Munir. Koordinator Kontras, Usman Hamid sebelumnya menyatakan Mabes Polri akan mengajak Suci ke Belanda paling lambat, Senin (15/11/2004) kemarin.Suci dan keluarganya hingga kini masih berada di Malang untuk merayakan lebaran. Tak ada acara khusus keluarga aktivis HAM itu terkait dugaan Munir meninggal karena diracun. Hanya saja Suci dan anaknya menyempatkan diri ke makam Munir.Sebelumnya, Suci telah menyatakan setuju makam suaminya itu dibongkar untuk mengungkap kebenaran penyeban kematian suaminya.Munir meninggal pada 7 Oktober 2004 di dalam kabin pesawat Garuda dalam perjalanan ke Belanda untuk meneruskan studi bidang hukum di Universitas Utrecht.Saat berangkat Munir dalam kondisi fit, namun setelah pesawat singgah di Changi, Singapura, Munir mulai muntah-muntah. Dua jam sebelum pesawat mendarat di Schiphol, Amsterdam, Munir menghembuskan nafasnya yang terakhir.Terakhir, Kamis (otopsi Nederlands Forensisch Instituut (NFI) terhadap jenazah Munir menyatakan dalam tubuh mantan Koordinator Kontras itu mengandung arsen dengan dosis mematikan.
(iy/)











































