Bisnis Minyak Arafat di Jalur Gaza
Selasa, 16 Nov 2004 01:47 WIB
Jakarta - Yasser Arafat dilaporkan mengambil keuntungan US$ 2 juta atau sekitar Rp 18 miliar per bulan dari perdagangan minyak di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Hal tersebut diungkapkan oleh majalah Time.Akuntan Amerika Serikat menemukan kegiatan bisnis Arafat ini setelah donor internasional memaksanya menyerahkan perusahaannya ke dana investasi bangsa Palestina pada Agustus 2002. Kegiatan bisnis Arafat ini sebagai upaya mendanai kekuasaan Palestina sebesar US$10 juta per bulan.Time juga melaporkan bahwa sesudah memeriksa perusahaan dan rekening bankArab di Pulau Cayman dan Luksemburg, akuntan AS berhasil mengidentifikasi sekitar US$ 800 juta milik pemimpin Palestina ini yang telah wafat, Kamis (11/11/2004).Pada pertengahan tahun 1990-an, Arafat menguasai keuangan sedikitnya sekitar US$ 3 miliar. Tetapi, ketika Arafat wafat, keuangannya tinggal US$ 1 miliar. Demikian menurut perkiraan intelijen Israel.Sebelum Arafat wafat, istrinya Suha menegaskan bahwa penggantinya sedang mencoba mengubur Arafat hidup-hidup. Suha menyatakan hal itu setelah mendengar bahwa suaminya sudah menyerahkan US$ 800 juta kepada pemerintah Palestina. Padahal, "Miss Moneybags" demikian julukan pers Palestina untuk Suha, pemerintah Palestina telah memberinya US$ 22 juta atau sekitar Rp 197 miliar lebih per tahun.
(asy/)











































