detikNews
Rabu 13 November 2013, 07:58 WIB

Merokok di Tengah Penerbangan, Seorang Pria Bikin Geger Pesawat Lion

- detikNews
Jakarta - Seorang pria membuat kegaduhan di dalam pesawat rute Balikpapan-Tarakan lantaran merokok di dalam pesawat Lion Air. Ulahnya itu diketahui oleh penumpang lain yang kemudian dilaporkan kepada kru pesawat.

Peristiwa itu terjadi Selasa (12\/11) kemarin di pesawat Lion Air rute Balikpapan-Tarakan. Seorang pria bertopi dengan celana jeans pendek dan bertato bersama rekannya duduk di seat 33E dan 33F. Take off sekitar pukul 20.00 WITA dari Bandara Sepinggan Balikpapan, baru sekitar 30 menit, penumpang mencium bau asap rokok di dalam pesawat.

\\\"Saya kaget karena saya mencium bau benda terbakar seperti rokok. Setelah saya cari ternyata ada yang merokok di seat 33E. Dia melihat saya dan langsung menyembunyikan rokoknya yang masih menyala di antara pahanya. Mulutnya masih mengeluarkan asap,\\\" kata pembaca detikcom Mohammad Santosa saat bercerita kepada detikcom, Rabu (13\/11\/2013).

Santosa saat itu duduk di seat 33A. Kebetulan seat 33B, 33C dan 33D kosong tanpa penumpang, sehingga ia bisa melihat si pemuda itu langsung yang merokok di seat 33E. \\\"Sontak saya lepas seatbelt dan berteriak ke orang tersebut untuk mematikan rokoknya,\\\" ujarnya.

\\\"Saya ambil rokok dan korek gasnya. Saya marahi, kamu tahu bahaya merokok di pesawat? Bisa terbakar!\\\" ujar Santosa kepada penumpang.

Santosa tak habis pikir ada orang yang merokok di dalam pesawat. Kepada Santosa, pemuda itu mengatakan merokok karena istrinya pergi. \\\"Tapi alasan apapun tetap nggak boleh merokok di pesawat,\\\" ucapnya.

Kemudian Santosa menyerahkan si pemuda itu kepada pramugari yang ada di bagian belakang. Gegerlah setengah pesawat yang di seat belakang karena baru tahu kalau ada yang merokok di pesawat. Pemuda diproses oleh pramugari dan security di dalam pesawat.

\\\"Begitu landing di Tarakan, orang tersebut dan temannya yang di seat 33F sepertinya dibawa entah menuju ke mana oleh pihak keamanan Bandara Juata Tarakan,\\\" ujarnya.

Santosa menyesalkan petugas Bandara Sepinggan Balipapan yang kecolongan ada penumpang yang membawa korek gas sampai ke pesawat, padahal ketika ditanya penumpang yang merokok tadi menjawab rokok dan koreknya ditaruh di kantong celana.

\\\"Bisa kita bayangkan betapa bahayanya jika kejadian tersebut tidak ada yang tahu atau peduli,\\\" ucap Santosa.

\\\"Kepada Maskapai saya mengimbau untuk lebih waspada dan ketat dalam mengawasi penumpang di dalam pesawat, seperti penggunaan telepon genggam yang sangat sering saya temui tidak dimatikan selama penerbangan, atau bahkan merokok seperti kejadian ini.

Ia berharap semoga si pelaku yang merokok di dalam pesawat bisa diproses sampai ke pengadilan jika perlu, agar menjadi peringatan bagi yang lain untuk tidak meniru.

\\\"Keamanan dan keselamatan penerbangan tidak hanya menjadi tanggungjawab pihak bandara dan maskapai, namun ternyata juga kita sebagai penumpang. Jangan takut mengingatkan karena jika terjadi apa-apa, bukan mereka yang akan kehilangan kita, tapi keluarga kita di rumah,\\\" tutupnya.





(iqb/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed