Korban Bom Poso Dijaga Ketat
Senin, 15 Nov 2004 10:51 WIB
Palu - Yahya Aling (36), salah satu korban bom yang meledak di angkutan umum Poso, mendapat penjagaan ketat. Yahya yang hingga Senin (15/11/2004) dirawat di ruang ICU Undata Palu tidak boleh mendapat kunjungan sembarang orang.Wartawan yang akan meliputnya pun harus mendapat izin tertulis dari kepolisian. Sebanyak 3 polisi dengan bersenjata laras panjang berjaga di depan ruang ICU, tenpat perawatan Yahya. Bila ada wartawan yang mendekat untuk melihat kondisi ataupun mengambil gambar mereka segara melarang."Harus minta izin dulu," kata salah satu di antara mereka. Saat wartawan menghubungi Kapolda Sulteng Brigjen Pol Aryanto Sutadi, dan Kapolda memberikan izin, mereka bali meminta izin tertulis. "Harus izin tertulis. Itu sesuai perintah," tandas polisi itu tanpa mau menjelaskan siapa yang memberi perintah. Akhirnya wartawan baru bisa masuk ke ruang aktivis LSM Resolusi Konflik Poso itu ketika Kepla Biro Infokom Pemprov Sulteng Burhanuddin Maragau memanggil wartawan untuk meliput kunjungan Gubernur Sulteng Aminuddin Ponulele.Bom yang meledak, Sabtu (13/11/2004) di depan Pasar Sentral Poso hingga kini menewaskan 6 orang. Sementara 3 orang lainnya menderita luka parah. Selain Yahya, dua korban lainnya dirawat di Puskesmas Poso.
(iy/)











































