RS Militer Percy Didesak Jelaskan Penyebab Kematian Arafat

RS Militer Percy Didesak Jelaskan Penyebab Kematian Arafat

- detikNews
Sabtu, 13 Nov 2004 17:01 WIB
Jakarta - Pemimpin Palestina Yasser Arafat kini telah tenang di alam baka. Tapi tidak bagi para pendukungnya. Dokter pribadi Arafat belum bisa menerima tindakan RS Militer Percy Paris, Prancis yang tidak menjelaskan penyebab kematian almarhum. Mereka mendesak RS Paris memberi penjelasan kepada publik." Apa yang terjadi tidak bisa diterima. Mereka telah mengubur Abu Ammar tanpa memberi tahu dunia apa penyebab kematiannya." ujar Dr. Ashraf Al-Kurdi yang menjadi dokter pribadi Arafat selama 22 tahun seperti yang dilansir Arab News, Sabtu (13/11/2004). Dr Al-Kurdi yang juga mantan menteri kesehatan Yordania mengaku terkejut para dokter Prancis tidak menghubunginya untuk menanyakan catatan medis Arafat. "Jika ada alasan untuk perilaku misterius ini, maka dunia berhak untuk mengetahuinya." ujar Al-Kurdi.Al-Kurdi yang juga ahli neurologi, mengatakan Arafat menderita penyakit Parkinson. Namun penyakit ini bukan penyebab kematiannya.RS militer Prancis Kamis (11/11/2004) lalu mengumumkan kematian Arafat. Anehnya RS tidak menyebut penyebab kematiannya. Padahal di bawah hukum Prancis, tidak ada surat kematian yang bisa dikeluarkan tanpa mencantumkan sebab kematian.Akibat tak adanya penjelasan penyebab kematian itu berkembang sejumlah rumor. Pimpinan Hamas, Khaled Al-Mashaal menuding para agen rahasia Israel telah meracun Arafat selama beberapa bulan terakhir. Namun tudingan ini dibantah keras menteri luar negeri Palestina, Nabil Saath. Kepada Arab News, kamis, ia mengatakan keseluruhan hasil tes darah Arafat yang diperiksa di laboratorium Prancis dan Jerman, tidak menunjukkan adanya tanda-tanda peracunan."Pihak ahli telah memeriksa darah Arafat untuk melacak segala jenis racun. Mereka tidak menemukan apapun." tegasnya.Rumor lainnya yang berkembang di Tepi Barat adalah Arafat meninggal akibat "penyakit memalukan", sehingga pihak Prancis tidak berkeinginan mengungkapnya untuk menghormati namanya. Kabar ini disebut pimpinan PLO sebagai hal yang tidak berdasar. (iy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads