KA Jalur Selatan Terlambat 5 Jam
Jumat, 12 Nov 2004 20:34 WIB
Yogyakarta - Akibat anjlok dan terbakarnya 6 gerbong kereta api (KA) pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Paron, Kecamatan Kadunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur menyebabkan beberapa KA terlambat tiba di Stasiun Tugu Yogyakarta.Berdasarkan pantauan detikcom di Stasiun Besar Tugu Yogyakarta, Jumat (12/11/2004) hingga pukul 18.15 WIB, kereta yang datang terlambat di antaranya KA Sancaka jurusan Surabaya-Yogyakarta. KA yang seharusnya tiba pukul 13.05 WIB baru datang di Stasiun Tugu Yogya pukul 18.00 WIB atau terlambat sekitar 5 jam.Sebaliknya KA Sancaka sore dari Yogyakarta tujuan Stasiun Gubeng Surabaya seharusnya berangkat pukul 16.00 WIB, diperkirakan baru akan diberangkatkan pukul 19.00 WIB.Demikian pula KA eksekutif Argo Wilis dari Bandung pukul 07.00 WIB tujuan Surabaya diperkirakan terlambat kedatangannya sekitar 3 jam. Seharusnya tiba di Stasiun Gubeng pukul 19.40 WIB. Beberapa penumpang KA termasuk KA Argo Wilis dilakukan pengoperan menuju stasiun terdekat kemudian diangkut lagi dengan KA lainnya."Memang ada keterlambatan kedatangan kereta yang dari arah timur (Surabaya) akibat terbakarnya gerbong KA pengangkut BBM di Ngawi. Saat ini petugas berusaha memperbaiki secepat mungkin agar jalur kembali normal," kata Kepala Stasiun Besar Yogyakarta Dwiyana Slamet Riyadi kepada wartawan seusai acara peluncuran majalah "Tugu In Train Magazine" di Stasiun Tugu Yogyakarta.Akibat terlambatnya kedatangan KA tersebut, Dwiyana bersama stafnya turun tangan langsung memberikan penjelasan kepada beberapa orang calon penumpang yang banyak mendatangi kantor kepala Stasiun Tugu untuk menanyakan mundurnya pemberangkatan KA Sancaka yang seharusnya berangkat pukul 16.00 WIB. Petugas pun dengan sabar memberikan penjelasan kepada penumpang yang datang menanyakan ke kantor stasiun.Di Stasiun Tugu, ratusan penumpang KA Sancaka tujuan Surabaya masih duduk-duduk di sekitar peron stasiun menunggu pemberangkatan kereta. Sementara itu KA Sancaka yang baru tiba tengah dibersihkan oleh petugas."Saya tidak tahu kalau ada penundaan pemberangkatan, tapi hingga pukul 17.30 WIB, kereta Sancaka dari Surabaya saja belum juga datang," kata Suwardi seorang warga Sleman yang hendak mudik bersama istri dan anaknya ke Surabaya.Majalah KA DiluncurkanBersamaan dengan Hari Raya Lebaran saat ini, PT KA Daop VI Yogyakarta bersama PT Dima Idea Kreasi menerbitkan majalah yang pertama kali khusus di kereta api bernama "Tugu."Diterbitkannya majalah tersebut, menurut Kasie Ops PT KA Daop VI Yogyakarta Bambang Eko Martono, bertujuan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada penumpang terutama penumpang eksekutif sehingga lebih nyaman. Selain itu untuk memenuhi kebutuhan penumpang KA akan bahan bacaan yang lebih informatif.Menurut Bambang, edisi perdana majalah "Tugu in Train Magazine" itu bertepatan dengan arus mudik dan arus balik Lebaran 2004. Majalah terbitan setiap sebulan sekali itu dikemas sebagai majalah hiburan yang menyajikan berbagai informasi pelayanan PT KA, berita-berita ringan wisata, budaya, gaya hidup dan lain-lain.Rencananya majalah itu akan didistribusikan pada lima rangkaian KA eksekutif, yakni KA Taksaka pagi, Taksaka malam, KA Argo Lawu, KA Argo Dwipangga dan KA Sancaka."Kita ingin penumpang eksekutif tidak banyak melamunnya selama naik kereta dan kita ingin mengangkat berbagai potensi kota Yogyakarta melalui majalah Tugu," imbuh Pramusetyo, managing director.
(sss/)











































