Padamnya listrik di Terminal 1, 2, dan 3 Bandara Cengkareng yang terjadi pukul 13.58 WIB tadi, Senin (11/11/2013), terjadi ketika cuaca buruk terjadi. Selama 45 menit, sistem listrik cadangan bandara menyala menggantikan sumber listrik utama bandara yakni PLN.
Listrik kembali menyala normal sekitar pukul 14.45 WIB. Padamnya listrik juga disebut tak mempengaruhi sistem Air Traffic Control bandara.
Namun selama waktu tersebut, sedikitnya ada 6 peristiwa yang terjadi. Peristiwa-peristiwa ini dirangkum sebagai berikut:
1. Cuaca Buruk Sebelum Listrik Padam
|
|
Seperti yang dialami seorang penumpang Garuda Indonesia dari Denpasar bernama Aswin Archie Saputra. Aswin mengaku pesawatnya dijadwalkan mendarat pada Pukul 13.00 WIB, namun cuaca tak memungkinkan.
"Jadi kita sempat terbang putar di atas selama 15 menit. Baru sekitar pukul 13.50 WIB kita mendarat," ujar Aswin.
Hal yang tak jauh berbeda juga dialami oleh Linda yang menumpang pesawat Garuda Indonesia dari Yogyakarta. Linda menuturkan pesawat seharusnya telah mendarat 45 menit setelah lepas landas, namun dua kali uji coba mendarat di tengah cuaca buruk gagal.
"Cuaca buruk dan sempat berputar selama 30 menit. Akhirnya pesawat dialihkan mendarat di Lampung, dan menunggu cuaca yang lebih baik di Jakarta selama 45 menit," ujar Linda.
2. Penumpang Naik Conveyor Cari Bagasi
|
Aswin/pembaca detikcom
|
"Saya mendarat sekitar pukul 13.50 WIB, pas mau ambil bagasi tiba-tiba padam. Jadi black out selama 5 menit, gelap," ujar saksi mata bernama Aswin Archie Saputra.
Penumpang akhirnya melihat petugas bagasi keluar dari sisi belakang conveyor yang tertutup karet pemisah. Petugas tersebut membawa tas penumpang dan mengopernya satu per satu ke penumpang lainnya.
"Sampai ada yang naik ke atas conveyor, penumpang bantu juga ngoper satu per satu ke penumpang lainnya. Ada juga yang protes bisa sampai begini, kacau bangetlah," kata Aswin.
3. WNA Rekam Peristiwa Listrik Padam
|
Aswin/pembaca detikcom
|
Bagi para WNA di bandara, peristiwa padamnya listrik bandara besar berskala internasional adalah hal yang menarik. Sesaat setelah listrik darurat menyalakan beberapa lampu, suasana tak biasa direkam oleh sejumlah WNA menggunakan gadget-gadget mereka.
"Banyak penumpang dari luar negeri. Setelah lampu darurat menyala, mereka ambil gambar pakai ponsel, tablet, ada juga yang pakai handycam," kata salah satu saksi mata di Terminal 2 Kedatangan Bandara Soekarno-Hatta bernama Aswin Archie Saputra.
4. Otoritas Bandara Rapat dengan Maskapai
|
|
"Saya bahas dalam rapat bersama user-user dan petugas di lapangan buat mengumpulkan penyebab dan dampaknya," ujar General Manager Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta Syaiful Bahri.
Diketahui jaringan internet, komputer, pendingin ruangan, dan beberapa fasilitas bandara tak menyala saat sistem listrik darurat menggantikan sumber listrik utama dari PLN. Rapat ini pun telah selesai dan menemukan penyebabnya.
5. Petir Penyebab Listrik Bandara Padam
|
Ilustrasi
|
"Pada pukul 13.25 WIB terjadi gangguan pada jaringan 150 KV Duri Kosambi-Cengkareng," kata Direktur Operasi Jawa-Bali dan Sumatera Ngurah Adyana dalam pesan singkatnya, Senin (11/11/2013).
Adyana mengungkapkan, gangguan pada transmisi Duri Kosambi-Cengkareng tersebut diakibatkan cuaca dan hujan petir, dan kawat tanah putus.
"Di tengah cuaca hujan petir dan kawan tanah putus mengenai kawat fasa. Saat ini Gardu Induk sudah bertegangan, sebagai proses penormalan di sisi distribusi," tutup Adyana.
6. Menteri BUMN Berkomentar
|
|
Usai berkomunikasi mencari tahu informasi lebih lanjut dengan otoritas terkait peristiwa ini, Dahlan menyatakan tak ada dampak pada penerbangan. Semua operasional berlangsung normal.
"Saya baru cek ke Perum Navigasi, operasi berjalan normal karena sistem back up berjalan dengan baik," ujar Dahlan kepada detikcom, Senin (11/11/2013).
Halaman 2 dari 7











































