Boediono lulus dari UWA pada tahun 1967 dari jurusan ekonomi. Setelah lulus, pria yang pernah duduk sebagai gubernur Bank Indonesia dan menteri keuangan ini melanjutkan kuliah master ke Monash University dan doktorat di Wharton School of the University of Pennsylvania di tahun 1979.
Tahun 2011 lalu, Boediono mendapat gelar kehormatan doktor honoris causa dari UWA. Kini, berselang dua tahun kemudian, Boediono kembali lagi ke UWA dalam rangka menjadi pembicara di peringatan 52nd Shann Memorial Lecture 2013 and 100th Year of Economics, sebuah acara yang digelar untuk mengenang jasa Edward Shann, ekonom terkenal di Australia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya percaya awal yang baik menentukan segalanya," imbuh Boediono.
Β
Acara ini dihadiri oleh kalangan civitas akademika UWA dan tokoh-tokoh pengusaha Australia yang punya kepentingan bisnis dengan Indonesia. Sambutan hangat diterima Boediono dari mereka, terutama karena dianggap sebagai lulusan yang sukses hingga bisa menjadi wakil presiden.
Usai menyampaikan kuliah umum, Boediono kemudian mengunjungi beberapa area di dalam kampus. Dia juga sempat berdiskusi dengan petinggi UWA soal peningkatan kualitas kerjasama Indonesia dan Australia dari segi pendidikan.
"Ada keinginan dari UWA untuk menjalin kerjasama lebih luas dengan Indonesia," kata Dewi Fortuna Anwar, Deputi Politik Setwapres, yang turut mendampingi Boediono.
Di dalam diskusi itu, terlontar ide untuk memantapkan program pertukaran pelajar, pengembangan penelitian, hingga pemberian beasiswa. Hal ini semakin menunjukkan kedekatan Boediono dan UWA.
"Karena beliau BA-nya di sini, tentu sangat dekat emosionalnya," ungkap Dewi.
(mad/lh)











































