Cerita Mengharukan Tim Evakuasi Heli MI-17

Cerita Mengharukan Tim Evakuasi Heli MI-17

Robert - detikNews
Senin, 11 Nov 2013 16:26 WIB
Cerita Mengharukan Tim Evakuasi Heli MI-17
Foto: Istimewa
Samarinda - Hari Sabtu (9/11/2013), sekitar pukul 09.45 WITA, heli MI-17 buatan Rusia yang mengangkut 19 orang penumpang hilang kontak dengan Bandara Juwata Tarakan. Sekitar pukul 10.30-11.00 WITA dinyatakan bahwa helikopter dalam keadaan bermasalah.

"Saat itu dinyatakan trouble dan kami sudah bersiap-siap terjun ke lokasi," kata Kasi Operasional Basarnas Kaltim, Mujiono, dalam perbincangan dengan detikcom melalui telepon, Senin (11/11/2013).

Tim SAR gabungan Basarnas bersama Paskhas TNI berjumlah 5 orang menjadi tim pertama yang tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 14.45 WITA setelah diketahui titik koordinatnya. Lokasi jatuhnya heli tidak semudah yang dibayangkan karena berada di medan lereng dengan kemiringan 60-80 derajat dan berada di ketinggian 3.000-4.000 dpl (di atas permukaan laut). Bahkan cuaca berkabut dikelilingi hutan belantara serta lereng dan bukit menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR menuju lokasi heli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di titik jatuhnya heli, tim SAR melihat penumpang dalam kondisi terbakar hingga tidak berpakaian dan berkumpul di salah satu titik agak menjauhi heli yang berada dalam kondisi hangus terbakar itu. Sesekali terdengar rintihan meminta tolong begitu mengetahui kedatangan tim penolong saat itu.

"Semua penumpang saat itu dalam kondisi terluka bakar dan ada 6 orang yang selamat dan agak menjauh dari heli menuju ke titik berkumpul," ungkap Mujiono.

Tanpa berpikir panjang lagi, korban yang selamat dari peristiwa itu langsung dibawa menuju Tarakan agar segera mendapat pertolongan. Namun yang memperihatinkan adalah kondisi korban meninggal, terluka bakar sangat serius.

"Kondisi korban meninggal sudah tidak dapat dikenali karena luka bakar dan ada yang menempel di badan korban yang selamat. Kondisi helikopter juga hangus dan sejumlah peralatan penting dari heli juga sudah diselamatkan," sebut Mujiono.

Kondisi itu yang menyebabkan evakuasi korban meninggal dari lokasi kejadian menuju Tarakan sebelumnya hanya menggunakan 8 kantong jenazah. Sebab, di dalam 1 kantong, memuat 1-2 jenazah dengan total evakuasi pertama 11 jenazah dan disusul 2 jenazah lainnya hingga proses evakuasi berakhir Minggu (11/11/2013) sore kemarin sekitar pukul 18.00 WITA. Total 13 jenazah tuntas dievakuasi ke Tarakan.

(trw/trw)


Berita Terkait