"Enggaklah, saya dari dulu populer atau nggak popler bukan ukuran. Mencapreskan diri di PKS apa yang diputuskan di Majelis Syuro kita jalankan," kata Hidayat kepada detikcom, Senin (11/11/2013).
Menurut Hidayat, di PKS tidak ada istilah si A atau si B mau nyapres. Tapi semua tunduk kepada keputusan Majelis Syuro yang sampai saat ini masih dipimpin oleh Hilmi Aminuddin.
"Bukan pihak-pihak meminta dicapreskan atau dicagubkan. Dulu saya dicagubkan tidak meminta, kita tidak melakukan rekayasa atau manuver untuk kemudian dicapreskan atau dicagubkan. Itu sepenuhnya keputusan partai," katanya.
Capres PKS dibahas mulai dari tingkat ranting kemudian disalurkan sampai DPP PKS. Keputusannya baru akan diambil akhir tahun ini.
"Mudah-mudahan sebelum 2014 sudah diputuskan, apakah PKS akan mencapreskan kader sendiri atau tidak. Nomor dua, kapan pengumuman capres dilakukan apakah sebelum Pileg atau setelah Pileg," tandasnya.
Di internal PKS mulai muncul sejumlah kandidat capres. Yang terkuat adalah Presiden PKS Anis Matta. Namun hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN) yang dirilis pekan lalu menunjukkan elektabilitas Anis Matta masih sekitar 13,8% jika dibandingkan capres lain dari PKS. Sementara nama Hidayat Nurwahid meraih 50,7% suara.
(van/nrl)











































