Kebersaaam Mega dan Jokowi beberapa kali terpantau media akhir-akhir ini. Seperti kunjungan bersama Mega-Jokowi ke sejumlah waduk di DKI dan diakhiri dengan makan bersama di warteg. Kedekatan Mega dan Jokowi pada 5 Oktober lalu itu ditengahi oleh satria piningit Prananda Prabowo.
Kala itu berbagai spekulasi sempat muncul. Dari restu Mega ke pencapresan Jokowi sampai duet Jokowi-Prananda di Pilpres 2014. Wacana itu semakin hangat dengan kemunculan situs jokowiprananda.com, namun wacana duet ini dibantah oleh Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isu pencapresan Jokowi pun mengiringi acara ini. Apalagi Sabam Sirait adalah salah satu senior PDIP yang meyakini Mega bakal merestui pencapresan Jokowi.
Namun seperti biasa, Jokowi selalu menolak menjawab soal wacana capres. Dia memilih menghormati keputusan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Orang mau makan kok ditanyain capres. Sudah ya, sudah ya," sambung mantan Walikota Solo itu sambil tertawa seusai acara.
Usai acara tersebut, kedekatan Mega-Jokowi semakin terasa. Jokowi yang mengenakan baju adat Betawi itu kemudian masuk ke dalam mobil sedan Toyota Royal Saloon warna hitam bernopol B 1 PDI. Keduanya duduk bersama di kursi belakang dan langsung pergi meninggalkan lokasi acara itu.
Sebelumnya saat memberikan sambutan, Sabam Sirait sempat menyinggung jika Jokowi belum tentu akan menjadi capres di 2014. Namun, lanjutnya, jika kondisi darurat bisa saja Mega meminta Jokowi untuk maju menjadi capres dari partai berlogo banteng moncong putih itu.
"Saya kira Jokowi belum tentu jadi capres 2014. Tapi kalau keadaan darurat, saya yakin Ibu Mega panggil Jokowi," kata Sabam.
Lalu apakah sederetan 'kemesraan' Jokowi-Mega bakal menentukan arah capres PDIP di 2014?
(van/nrl)











































