Detikcom sempat merekam kedatangan 6 heli jenis tersebut di Lanud Pondok Cabe Tangerang Selatan, Jumat, 26 Agustus 2011 lalu. Heli diserahterimakan produsen asal Rusia ke TNI AD. Menhan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo memecahkan kendi dan menyiramkan air kembang simbol dioperasikannya heli tersebut.
Harga helikopter secara keseluruhan sebesar US$ 56 juta. "Diharapkan ke depannya selalu ada pengembangan dan perbaikan alutsista kita," kata Purnomo saat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun-tahun sebelumnya, sebanyak 12 heli sejenis sudah diterima dari Rusia. Sehingga TNI AD memiliki 18 unit.
Dari sisi penampilan, heli yang menurut situs Wikipedia diawaki 2 pilot dan 1 engineering ini tampak kokoh. Panjangnya 18,465 m dan tinggi 4,76 meter. Diameter rotor atau baling-balingnya sekitar 21,25 m. Sedangkan warnanya hijau gelap, khas TNI AD.
Karena bodinya yang bongsor, bagian dalam heli cukup longgar. Sesuai spesifikasinya, yakni bisa lepas landas dengan beban total hingga 13 ton. Selain Rusia, ada 60 negara lain yang mengoperasikan heli yang diproduksi dalam berbagai seri ini.
(try/jor)











































