Kapolri: Ada Kemungkinan Makam Munir Dibongkar

Kapolri: Ada Kemungkinan Makam Munir Dibongkar

- detikNews
Jumat, 12 Nov 2004 17:54 WIB
Jakarta - Ada kemungkinan makam Munir di kota apel Malang akan dibongkar untuk keperluan penyelidikan menyusul munculnya dugaan dia meninggal karena diracun.Kemungkinan itu disampaikan Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar menjawab pertanyaan wartawan tentang kasus Munir, usai rapat kabinet terbatas di kantor presiden, Jl.Medan Merdeka Utara, Jakpus, Jumat petang (12/11/2004).Kapolri menjelaskan, hasil laboratorium terhadap Munir mengandung arsenik di dalam darah, urine dan lambung. "Ada dugaan kematian tidak wajar. Maka kami membentuk tim forensik menindaklanjuti dari Belanda," katanya.Tim ini akan bertemu dengan ahli forensik dari Belanda untuk kemudian menjadi fakta hukum. "Bila nanti tidak berhasil, kami setelah konsultasi dengan keluarga akan melakukan pemeriksaan jenazah almarhum dengan membongkar kuburan. Ini langkah kedua," urai Kapolri.Tapi jika hasil penyelidikan di Belanda sudah cukup, pembongkaran kuburan tidak diperlukan. "Setelah konsultasi dengan keluarga, kami akan melakukan pemeriksaan mayat almarhum dengan membongkar kuburan," tegas Kapolri.Dikatakannya, tim penyelidik juga akan memeriksa saksi-saksi, baik saksi waktu berangkat, transit di Singapura, maupun selama di perjalanan Jakarta-Amsterdam.ProporsionalSementara itu ditanya mengapa dokumen hasil otopsi dari Deplu RI langsung dikirimkan ke Polri, tidak ke keluarganya, Menko Polhukam Widodo AS menyatakan bahwa dokumen itu dikirim sesuai saluran resmi."Jadi kita harus melihat bahwa dokumen itu dikirim secara resmi melalui Kedubes Belanda. Kedubes Belanda menyerahkan ke Deplu RI. Jadi, ini saluran resmi, dokumen resmi dan kita menindaklanjuti secara resmi pula," jelas Widodo."Resmi dalam hal ini yang merespon adalah Kapolri dan Deplu sudah mengirim dokumen ke Polri. Sikap Kapolri sangat jelas, telah menindaklanjuti secara transparan dan akuntabel. Saya kira ini proporsional," tegas Widodo. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads