Bertepatan dengan Hari Pahlawan, Minggu (10/11/2013) Gatot sengaja datang ke kediaman Mawardi di Gang Gintar, Jalan Pemasyarakatan, Tanjung Gusta, setelah mendapatkan informasi soal keberadaan veteran yang hidup prihatin di penghujung usia. Meski berumah gubuk dan berusia senja, Mawardi terlihat penuh semangat dan bugar. Di rumah sewaan itu, Mawardi hidup bersama istrinya, Saniah.
Saat tiba di lokasi, Gatot terlihat terdiam saat melihat rumah pejuang itu. Namun keterkejutan itu langsung usai, karena Mawardi yang siang tadi mengenakan seragam veteran LVRI langsung menyambut dengan senyum. Gatot membalas sambutan itu dengan memeluk erat tubuh renta yang berbalut seragam hijau tua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mawardi mendiami rumah di atas lahan sewaan bersama istrinya yang saat itu sedang bekerja menjadi buruh cuci. Melihat kondisi ini, Gatot langsung menelepon Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Sumatera Utara. Dia menginstruksikan agar dinas tersebut segera memperbaiki kediaman Mawardi melalui program bedah rumah.
“Saya minta rumah Pak Mawardi bisa diperbaiki sehingga menjadi layak huni. Saya rasa satu bulan cukup untuk melakukan bedah rumah seperti ini,” perintah Gatot melalui sambungan selular.
Sebelumnya, pemilik lahan, Dina Rajagukguk menyatakan tidak berkeberatan dan rela pejuang itu menempati tanah tersebut seumur hidup.
“Rumah ini memang tidak layak huni, tapi kami juga tidak punya uang untuk membangunkan rumah bagi Pak Mawardi,” katanya.
Usai meninjau rumah, Gatot pun berbincang-bincang dengan Mawardi. Menanyakan kondisi keluarga, pengalaman hidup dan pemikiran sang veteran. Sesekali Mawardi berhasil memancing tawa Gatot dan belasan tetangga yang memadati rumahnya. Veteran ini pun sempat menyenandungkan lagu-lagu Jepang, mengenang masa-masa sulit zaman penjajahan.
Menyudahi kunjungannya, Gatot memberikan santunan uang tunai kepada Mawardi. Orang nomor satu di Sumut ini pun tidak lupa meminta Mawardi selalu menjaga kesehatan.
"Bapak harus jaga kesehatan dan saya mohon restu dan doa untuk kemajuan Sumatera Utara ke depannya," pinta Gatot sembari pamit pulang.
(rul/jor)











































