Netanyahu Ingatkan Negara Lain Hindari Kesepakatan Buruk dengan Iran

Netanyahu Ingatkan Negara Lain Hindari Kesepakatan Buruk dengan Iran

Dhani Irawan - detikNews
Senin, 11 Nov 2013 00:05 WIB
Jakarta - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meyakinkan petinggi-petinggi dunia jika Israel akan melakukan apa saja untuk menjaga kekuatan dunia dari kesepakatan yang 'buruk dan berbahaya' dengan Iran terkait program nuklirnya. Netanyahu mengatakan telah berbicara dengan presiden AS, Rusia, Perancis, Jerman, dan Inggris mengenai hal itu.

Netanyahu berpendapat, kesepakatan yang 'buruk dan berbahaya' itu akan menghapus sanksi kepada Iran sementara masih memungkinkan mereka untuk memperkaya uranium dan proyek lanjutan dari reaktor plutonuim.

"Saya tanya mereka untuk apa terburu-buru? Saya menyarankan mereka untuk menunggu. Saya berharap mereka akan mendapat kesepakatan yang bagus, dan saya akan melakukan apa saja untuk menyakinkan mereka untuk menghindari kesepakatan yang buruk," ujar Netanyahu dalam pidato di kantornya, seperti dilansir dari kantor berita AFP, Minggu (10/11/2013).

Netanyahu menyampaikan pidatonya beberapa jam setelah Iran dan negara-negara besar itu, termasuk China, gagal mencapai kesepakatan dalam program nuklir Teheran setelah tiga hari di Jenewa.

Namun, para diplomat mengatakan perkembangan penting telah didapat setelah negosiasi maraton itu dan akan disampaikan di Swiss pada tanggal 20 November nanti.

Pihak Barat dan Israel mencurigai bahwa program atomik Iran itu bertujuan untuk mengembangkan senjata nuklir. Namun pihak Iran terus membantah.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Barrack Obama telah menelepon Netanyahu bahwa dirinya menekankan komitmennya untuk mencegah Iran mendapatkan bom nuklir. "Presiden memberitahu PM tentang perkembangan negosiasi di Jenewa dan menekankan komitmen kuatnya untuk mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir," demikian pernyataan dari Gedung Putih, Sabtu (9/11) kemarin.

(dha/jor)


Berita Terkait