Tabrakan itu terjadi sekitar pukul 05.30 WIB, Minggu (10/11/2013) di Desa Petatal, Kecamatan Talawi. Lokasi ini berjarak sekitar 130 kilometer dari Medan, ibukota Sumut.
Bermula ketika bus PMS nomor polisi BK 7005 UT jurusan Kabanjahe - Pangkalan Kerinci datang dari arah Kisaran menuju Medan melaju kencang. Bus itu mencoba mendahului kendaraan di depannya dan mengambil sisi kanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada dua bus ini yang saling lomba-lombaan sopirnya. Yang satu lewat, nah yang satu ini nabrak," kata Ponadi kepada wartawan di lokasi kejadian.
Akibat tabrakan ini tujuh orang yang berada di dalam bus tewas, termasuk sopir yang bernama Taman Ginting (50) warga Berastagi, Kabupaten Karo. Para korban tewas yang seluruhnya laki-laki dewasa kini berada di ย beberapa lokasi.
Empat jenazah dikirim polisi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Manan Simatupang di Kisaran, Kabupaten Asahan. Sedangkan tiga korban tewas lainnya masih berada di klinik yang ada di Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara. Sementara tiga korban luka dirawat di Puskesmas dan klinik di sekitar lokasi kejadian.
Polisi yang berada di lokasi masih menyelidiki kejadian ini. Baru sebagian saja identitas para korban tewas tersebut yang sudah diketahui.
(rul/nrl)











































