Memperingati Hari Pahlawan 10 November, puluhan pemuda-pemudi Yogyakarta dari berbagai komunitas menggelar aksi simpatik. Mereka menyapu trotoar dengan sapu lidi sebagai simbol gotong royong para pemuda, menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan membagi-bagikan seribu bendera Merah Putih kepada warga, di kawasan Titik Nol Kilometer di pusat Kota Yogyakarta, Minggu (10/11/2013).
Setelah itu, para pemuda ini melanjutkan aksinya ke Taman Makam Pahlawan Kusumanegara Yogyakarta untuk tabur bunga dan mendoakan arwah para pahlawan. Dalam aksi ini, sebagian anak-anak muda mengenakan pakaian adat simbol untuk melestarikan budaya bangsa. Mereka juga membawa beberapa poster antara lain bertuliskan, "Terimakasih Pahlawan Indonesia," "Mari Teruskan Perjuangan Bangsa," "Teruskan Perjuangan Pahlawan," dan lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu perjuangan saat ini, adalah berjuang melawan korupsi, koruptor, berjuang mempertahankan keistimewaan yang dimiliki Indonesia, mempertahankan seni dan budaya Indonesia dan lain-lain,"kata Cahyo di sela-sela aksi di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Dalam aksi ini, mereka menyatakan siap mendedikasikan jiwa mudanya untuk bangsa dan negara dan mempertahankan nasionalisme dengan menjadi pahlawan dalam berbagai makna.
(nrl/nrl)











































