Peringati Hari Pahlawan, Pemuda Yogya Menyapu Trotoar

Peringati Hari Pahlawan, Pemuda Yogya Menyapu Trotoar

Edzan Raharjo - detikNews
Minggu, 10 Nov 2013 10:54 WIB
Peringati Hari Pahlawan, Pemuda Yogya Menyapu Trotoar
Bagi-bagi bendera
Yogyakarta - Perjuangan pemuda dalam meneruskan cita-cita para pahlawan sangat penting untuk kemajuan bangsa dan negara. Pemuda dan masyarakat pada umumnya harus menjadi pahlawan-pahlawan di masa kini dengan menunjukkan nasionalismenya.

Memperingati Hari Pahlawan 10 November, puluhan pemuda-pemudi Yogyakarta dari berbagai komunitas menggelar aksi simpatik. Mereka menyapu trotoar dengan sapu lidi sebagai simbol gotong royong para pemuda, menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan membagi-bagikan seribu bendera Merah Putih kepada warga, di kawasan Titik Nol Kilometer di pusat Kota Yogyakarta, Minggu (10/11/2013).

Setelah itu, para pemuda ini melanjutkan aksinya ke Taman Makam Pahlawan Kusumanegara Yogyakarta untuk tabur bunga dan mendoakan arwah para pahlawan. Dalam aksi ini, sebagian anak-anak muda mengenakan pakaian adat simbol untuk melestarikan budaya bangsa. Mereka juga membawa beberapa poster antara lain bertuliskan, "Terimakasih Pahlawan Indonesia," "Mari Teruskan Perjuangan Bangsa," "Teruskan Perjuangan Pahlawan," dan lain-lain.

Koordinator lapangan Cahyo Sulistyo mengatakan, kegiatan para pemuda dari berbagai komunitas ini sebagai ajang untuk menyolidkan persatuan di kalangan anak-anak muda, agar tidak ada perpecahan dan apresiasi untuk anak-anak muda yang terus menjaga nasionalisme dan memberikan pengaruh positif kepada masyarakat.

"Salah satu perjuangan saat ini, adalah berjuang melawan korupsi, koruptor, berjuang mempertahankan keistimewaan yang dimiliki Indonesia, mempertahankan seni dan budaya Indonesia dan lain-lain,"kata Cahyo di sela-sela aksi di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Dalam aksi ini, mereka menyatakan siap mendedikasikan jiwa mudanya untuk bangsa dan negara dan mempertahankan nasionalisme dengan menjadi pahlawan dalam berbagai makna.

(nrl/nrl)


Berita Terkait