"Orangnya pekerja keras dan punya kemauan yang sangat keras. Ketika beliau sudah stroke beliau punya keinginan melawan sakitnya sehingga tetap masuk dalam rapat-rapat komisi," kata anggota komisi V Saleh Husin.
Hal itu disampaikan saat melayat ke rumah duka di Jalan Bhayangkara, Cipocok, Serang, Minggu (10/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Saleh, dalam satu dua bulan terahir suami Ratu Atut itu memang hampir tidak terlihat di komisi, mungkin karena harus dirawat. Tapi sebelumnya selalu hadir dan itu nilai positif yang patut dicontoh.
"Orangnya komunikatif baik sesama teman komisi. Partisipasinya juga luar biasa," ujar politisi Hanura itu.
Saleh menuturkan, ada hal yang sudah lama Hikmat perjuangkan di komisi V DPR namun tidak juga terwujud, yaitu pembangunan pelabuhan internasional di Bojonegara, Banten.
"Yang paling utama selalu dia sampaikan terutama dalam rapat dengan Kemenhub rencana pembangunan kontainer oleh Pelindo II di Banten yang nggak jadi-jadi," tuturnya.
"Pelabuhan kontainer internastional ini untuk gantikan Tj Priok. Bahkan sejak jaman Pak Harto belum selesai juga," imbuh Saleh.
Hikmat Tomet meninggal Sabtu (9/11) kemarin di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Ketua DPD Golkar itu rencananya dimakamkan hari ini di pemakaman keluarga Ratu di Ciomas, Serang.
(bal/fdn)










































