Konvensi ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, Minggu (10/11/2013) di Gedung Joeang 45, Jakarta Pusat.
"Konvensi rakyat diharapkan bisa melahirkan pemimpin sejati yang benar-benar mengerti apsirasi rakyat serta bisa membawa negara ini menuju negara sejahtera," ujar KH Salahuddin Wahid dalam keterangan tertulisnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Gus Solah, Indonesi membutuhkan pemimpin yang tegas dan tetap mempertahankan kedaulatan bangsa. Komite konvensi rakyat menyesali masih tergantungnya Indonesia atas bantuan asing.
Mengutip data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan pada Oktober 2013, total utang pemerintah hingga bulan September 2013 mencapai Rp 2.273,76 triliun.
"Ketergantungan terhadap utang menyebabkan Indonesia kian terpuruk. Harga-harga melonjak tajam, namun daya beli masyarakat tidak juga beranjak naik," sebut Gus Solah.
Konvensi rakyat ini terbuka bagi seluruh masyarakat. Peserta bisa mengajukan dirinya sendiri atau diajukan oleh partai politik, komunitas ataupun organisasi kemasyarakatan.
Peserta nantinya wajib mengikuti tahapan konvensi yang terdiri atas seleksi administratif dan debat publik Calon Presiden Konvensi Rakyat.
Tahapan seleksi berlangsung pada 10 November-10 Desember 2013. Pada tahap ini tidak ada batasan mengenai jumlah pendaftar.
Selanjutnya Komite Konvensi akan memilih enam peserta yang lolos seleksi akhir untuk mengikuti debat publik yang diselenggarakan 15 Desember 2013 hingga 31 Januari 2014.
Debat Publik akan diselenggarakan sebanyak enam kali yaitu di Medan, Balik Papan, Surabaya, Makassar, Bandung dan Jakarta.
Menurut Gus Solah, peserta konvensi rakyat yang ada di peringkat teratas, akan diumumkan dan dinegosiasikan dengan partai politik untuk mendapatkan dukungan suara sesuai persyaratan minimal perolehan suara.
(fdn/fiq)











































