"Beliau pada dasarnya selalu melarang jalanan ditutup. Semuanya menyesuaikan di lapangan," kata Komandan Paspampres, Mayjen Doni Monardo di kawasan pembibitan Paguyuban Budiasi, Sentul, Bogor, Sabtu (9/11/2013).
Ia mengatakan jika sejak ia menjabat sebagai Danpaspamres SBY 2008, ia sudah menerima instruksi agar tak menutup jalan meski menurut protap VVIP hal tersebut diharuskan. Ia bercerita bahkan SBY pernah menegurnya karena melihat kemacetan yang panjang karena mereka menutup jalan yang akan dilalui iring-iringan RI 1 ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, dalam kondisi macet seperti di Jakarta presiden SBY tidak pernah bermasalah jika harus bermacet-macetan. Hanya saja, fakta yang terjadi di lapangan tetap saja petugas kepolisian dengan sigap akan melakukan sterilisasi ruas jalan yang akan dilalui.
"Kami minta petugas di wilayah agar lalu lints bisa normal. Jangan sampai Pak Presiden lewat, masyarakat merasa terganggu. Tapi faktanya sulit," ucap pria asal Aceh ini.
Ia bahkan menunjukkan foto surat yang ia kirimkan pada Kapolda Metro Jaya tertanggal 4 September 2012. Di surat itu tertera permintaan agar tak ada penutupan jalan saat iring-iringan presiden SBY lewat.
Tentang kondisi macet Jakarta yang semakin parah pasca sterilisasi jalur busway, Doni mengatakan pernyataan tidak ada penutupan jalan dari SBY tak ada yang berubah. Dikatakannya jika setiap akan keluar dari kediamannya, SBY sudah memperhitungkan waktu perjalanannya dengan cermat.
"Lagian, kalau keluar dari Cikeas selalu pukul 05.00. Pulangnya pun selalu malam untuk menghindari kemacetan atau penutupan jalan," pungkasnya.
(mnb/ndr)










































