Polisi Bantah Lakukan Pembiaran Terjadinya Kekerasan di Sleman

Kasus Pembubaran Pertemuan Eks Tapol

Polisi Bantah Lakukan Pembiaran Terjadinya Kekerasan di Sleman

Bagus Kurniawan - detikNews
Sabtu, 09 Nov 2013 15:19 WIB
Yogyakarta - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta membantah bila melakukan pembiaran terjadi kasus kekerasan yang terjadi saat acara pertemuan keluarga/eks tapol 65 di Wisma Santi Dharma Godean Sleman oleh massa Front Anti Komunis Indonesia (FAKI).

Hal itu diungkapkan Wakapolda DIY, Kombes Ahmad Dhofiri dalam acara Dialog Publik "Mewujudkan Jogja Istimewa Tanpa Kekerasan" di Aula Disdikpora DIY, Sabtu (9/11/2013).

"Sebelum kejadian, polisi sudah datang dan melakukan antisipasi di Wisma Santi Dharma Godean," kata Dhofiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia juga membantah kalau polisi melakukan pembiaran atas kasus-kasus kekerasan yang terjadi di Yogyakarta terutama kasus pertemuan eks tapol di Godean Sleman. Menurut dia, saat terjadi kekerasan terhadap tiga orang peserta, polisi juga sudah berupaya dan mengantipasi. Masyarakat sekitar juga berupaya mencegah namun tetap terjadi.

Dia mengatakan polisi juga sudah menindaklanjuti laporan oleh korban yang dilakukan di Polda DIY beberapa waktu lalu. Namun saat akan memeriksa kembali dengan memanggil para saksi dan korban sampai saat mereka belum hadir memenuhi panggilan kepolisian.

Sebagai wakapolda, Dhofiri juga sudah menanyakan kepada petugas yang memeriksa di Ditreskrim Polda DIY. Namun oleh petugas yang menangani dijawab, pelapor belum datang lagi ketika dipanggil.

"Laporan sudah kami terima, namun ketika kami panggila pelapor belum datang dengan alasan masih ada kegiatan di luar kota. Saya sudah menanyakan. Jadi tidak benar kalau tidak merespon," katanya.

(bgk/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini