Lebaran, Pungli Marak di Jalisum
Jumat, 12 Nov 2004 16:58 WIB
Palembang - Para pemudik Lebaran ke Sumatera boleh saja senang pada tahun ini, lantaran jalan mulai membaik. Tetapi, tidak bagi para sopir truk. Sebab menjelang Lebaran, pungutan liar alias pungli terhadap sopir truk kian banyak saja."Banyak nian, dari aparat polisi, TNI, preman, hingga LSM," kata Susilo, sopir truk Palembang-Jakarta, kepada detikcom, seusai salat Jumat di Masjid Agung, Jalan Merdeka Palembang, Jumat (12/11/2004).Menurut Susilo, pungutan sudah dimulai beberapa kilometer dari Pelabuhan Bakauheni. Biasanya dilakukan pria berseragam polisi. Pungutan berkisar Rp 2-2,5 ribu.Lalu, di simpang Merak Belantung, Lampung Selatan, kernet kembali menyerahkan Rp 2 ribu kepada dua petugas berseragam Polri.Di tanjakan Tarahan, Katibung, Lampung Selatan, giliran sekelompok pemuda yang meminta jatah. Lalu pungutan di Bandar Lampung, Lampung Tengah, dan di sepanjang Jalan Lintas Timur dan masuk ke kota Palembang."Ada sekitar 25 pungutan," kata Susilo. "Kalau jingok pecak itu, rasonya aku tak yakin korupsi dapat diberantas," tambahnya.Arus Mudik MemuncakSementara, ledakan arus mudik di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Talangbetutu, Palembang, terjadi pada hari ini. Setiap pesawat yang mendarat selalu dipenuhi penumpang.Menurut informasi yang didapat detikcom, tidak satu pun tempat duduk pesawat, baik dari Jakarta maupun Batam yang kosong. Semuanya terisi."Ini benar-benar berbeda dari arus mudik tahun-tahun sebelumnya," kata Soetanto, seorang pegawai PT Angkasa Pura yang dihubungi detikcom. "Semua pesawat dari maskapai apa pun tempat duduknya penuh," tambahnya.Sebelumnya, saat dikunjungi para anggota DPRD Palembang, Kamis (11/11/2004), General Manager PT Angkasa Pura, Tedjo Martojo, mengatakan ledakan arus mudik melalui bandara yang kini tengah diperluas dan direnovasi itu terjadi pada hari ini, apalagi penerbangan di SMB II saat ini dalam satu hari sudah mencapai 20 kali. " Kenaikan penumpang dapat mencapai 20 persen," katanya.Bahkan, untuk menampung kemungkinan ledakan penumpang, kata Tedjo, pihaknya bersedia melayani penerbangan hingga pukul berapa saja."Kalau selama ini jam operasional bandara sampai pukul 21.00 WIB, sekarang kita persilakan maskapai penerbangan melakukan extra-flight sampai jam berapa saja," kata Tedjo.Bagaimana masalah keamanan di bandara, apalagi akhir-akhir ini sering terjadinya hujan angin mendadak di Palembang? Menurut Tedjo, pihaknya sudah menyiapkan posko terpadu, yakni gabungan antara pihak kepolisian, Dinas Perhubungan, dan meliter. Begitu pun dengan kesehatan, PT Angkasa Pura telah menyiagakan tim khusus kesehatan untuk berjaga-jaga kalau ada yang membutuhkan pelayanan medik.
(nrl/)











































