"Di sana ada permainan di bawah meja antara makelar-makelar yang juga orang Indonesia dengan pejabat-pejabat Arab Saudi setempat," ungkap Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (8/11/2013).
Makelar-makelar itu mengambil keuntungan dari nasib para WNI, sementara nasib WNI menjadi terkatung-katung. Untuk itu, DPR telah menyampaikan ke Duta Besar Arab saudi untuk memperhatikan permasalahan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menyelamatkan para WNI itu, pemerintah tengah berupaya memulangkan mereka. Pemerintah RI pun langsung menjemput mereka dengan 16 penerbangan yang memakan biaya USD 450 per orang.
Priyo memandang langkah penjemputan itu berat. Ini karena jumlah WNI di sana sangat banyak. Sebelumnya juga diberitakan, Data Migrant Care menyebut ada 77.061 WNI yang terancam dideportasi.
"Pemerintah kita juga belum maksimal. Kalau menyiapkan sekian pesawat, maka tidak mungkin memulangkan TKI yang jumlahnya 70 ribu lebih itu," nilai politisi Golkar ini.
Dirinya memandang, baik pemerintah Arab Saudi maupun pemerintah Indonesia harus bisa meningkatkan penanganan terhadap nasib para WNI kita.
"Ini ada faktor di kiita bahwa lambannya pejabat Arab Saudi untuk menyelesaikan masalah ini. Jangan-jangan disengaja. Saya minta kepada Dubes kita di Arab untuk menyampaikan agar Arab jangan begitu (mempersulit nasib WNI)," tuturnya.
(dnu/ndr)











































