Soetardjo: AD/ART PDIP Perlu Penyempurnaan
Jumat, 12 Nov 2004 16:37 WIB
Jakarta - Komite Pemurnian PDIP yang digagas oleh Kwik Kian Gie bukanlah suatu ide yang perlu digembar-gemborkan. Yang penting harus ada penyempurnaan AD/ART PDIP.Hal ini dikatakan penasihat kongres PDIP Soetardjo Soerjogoeritno kepada wartawan di Gedung DPR/MPR Jl. Gatot Soebroto Jakarta, Jumat (12/11/2004) sore."Yang penting dalam PDIP pimpinan partai diambil dari kader yang baik, kalau memang perlu harus ada pembersihan. Tapi bentuknya tidak perlu digembar-gemborkan, yang penting AD/ART disempurnakan," ujarnya. Untuk itu Tardjo menganjurkan Kongres yang akan diselenggarakan pada Maret 2005 mendatang bersifat demokratis bukan sentralistis. "Lalu jangan ada formatur tunggal seperti yang selama ini terjadi, tapi harus mencerminkan suara rakyat jangan one man show. Kalau itu berhasil, pimpinan DPP akan baik dan terdiri dari orang-orang partai yang tumbuh dari bawah. Kalau ini dilaksanakan ide Pak Kwik tidak perlu digembar-gemborkan lagi, karena saya rasa tujuan kita arahnya sama yaitu menghindarkan kader-kader karbitan," paparnya.Akhir Oktober lalu, Kwik Kian Gie telah mendeklarasikan Komite Pemurnian PDIP di kantor Balitbang PDIP di Manggarai, Jaksel. Kwik selama ini menuduh bahwa kekalahan PDIP dan Megawati dalam Pemilu 2004 karena adanya sejumlah kader kotor dalam partai. Karena itu, mereka perlu dibersihkan. Komite bentukan Kwik didukung oleh Abdul Madjid, M.Prakosa, Amin Arjoso, Permadi, Subagio Anam, Engelina Pattiasina, dll. Ditanya soal pembersihan gang of three, Tardjo menyerahkan masalah itu kepada Kongres. "Itu urusan kongres yang akan menilai hasil dari DPP. Pemilu kita sudah kalah, Pilpres juga kalah, menteri tidak punya, Ketua DPR dan MPR juga tidak ada. Ini harus dipertanyakan mengenai seberapa jauh pekerjaan yang sudah dilaksanakan DPP," ungkap anggota Dewan Pertimbangan Pusat Partai ini.Mengenai kepemimpinan Mega di PDIP untuk lima tahun mendatang, menurut Tardjo adalah hak pribadi Mega. "Kalau itu saya serahkan kembali pada Kongres, Mega sudah dua kali jadi ketua umum. Apakah mau sampai tiga kali itu urusan pribadinya, karena di PDIP AD/ART belum mengatur itu makanya harus disempurnakan," Tardjo berujar."Kita berharap dalam kongres mendatang akan ada pengalihan pola pikir, bukan orientasi pada orang lagi, tapi pada ideologi. Kalau sudah begitu tidak perlu ada pembersihan sudah bersih sendiri," demikian Tardjo.
(dit/)











































