TNI AU Ingin Beli Pesawat Libya yang Diembargo AS
Jumat, 12 Nov 2004 16:00 WIB
Yogyakarta - Sebanyak delapan buah pesawat tempur milik Libya yang diembargo Amerika Serikat sejak tahun 1972 diminati oleh TNI AU.Hal itu dikemukakan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr HA Syafi'i Ma'arif kepada wartawan di gedung PP Muhammadiyah Jl Cik Di Tiro Yogyakarta, Jumat (12/11/2004).Syafi'i mengatakan, dirinya bersama beberapa orang petinggi TNI AU dan pengusaha Dedy Yulianto serta HM Junaedi bertemu dengan putra Presiden Libya Moamar Khadafi, Saeifel el Islam (Syaiful Islam) di Hotel Mulia Senayan lantai 39 pada hari Selasa (9/11/2004).Dari pertemuan itu, beberapa orang pimpinan TNI AU kepada putra Khadafi menyatakan berminat membeli 8 pesawat pesawat tempur pesanan Libya yang diembargo AS sejak tahun 1972. "Pesawat itu masih di Georgia dan belum digunakan sama sekali. Jadi bukan pesawat rongsokan dan masih bisa dipakai dengan sedikit perbaikan," kata Syafi'i.Namun ketika ditanya jenis pesawat itu, Syafii mengaku lupa. "Saya lupa membawa daftar nama pesawat tempurnya karena ketinggalan di rumah. Tapi kondisi semua pesawat itu masih baik. Bukan rongsokan pesawat," kata Syafi'i sambil tertawa.Menurut dia, Indonesia bersedia membeli pesawat itu dengan harga sekitar US 1 juta dolar per pesawat. Untuk memperbaikinya membutuhkan dana keseluruhan sebesar US 15 juta dolar.Kata Syafi'i, pertemuan itu pada intinya meminta bantuan kepada Syaiful Islam agar bersedia menyampaikan permohonan tersebut kepada ayahnya Moamar Khadafi di Tripoli Libya.
(nrl/)











































