Suciwati Minta Komnas HAM Dilibatkan Usut Kematian Munir

Suciwati Minta Komnas HAM Dilibatkan Usut Kematian Munir

- detikNews
Jumat, 12 Nov 2004 16:03 WIB
Jakarta - Suciwati istri almarhum Munir meminta Komnas HAM dilibatkan dalam tim penyidik kematian pejuang demokrasi Munir. Pemerintah diminta segera menyerahkan hasil otopsi."Kami mendukung pengusutan tuntas atas indikasi awal mengenai kematian suami saya. Namun dengan mempertimbangkan perkembangan terakhir, kami juga menuntut agar dilakukan suatu investigasi menyeluruh dan terpercaya dengan melibatkan pihak masyarakat sipil dan Komnas HAM," kata Suciwati dalam jumpa pers di kantor Kontras, Jalan Mendut, Jakarta, Jumat (12/11/2004).Turut hadir, Board Imparsial Todung Mulya Lubis, Direktur Eksekutif Imparsial Rachland Nashidik dan Koordinator Kontras Usman Hamid.Suciwati meminta pemerintah segera menyerahkan hasil otopsi kepada keluarga Munir."Tata krama diplomatis internasional tidak boleh menghilangkan hak tersebut. Pemerintah juga harus memberikan jaminan perlindungan kepada tim investigasi dan memberi akses informasi yang luas untuk kepentingan bersama," paparnya.Dalam kesempatan itu, Suciwati juga menyesalkan atas informasi mengenai hasil otopsi almarhum Munir yang tidak diperoleh secara langsung. Justru dirinya menerima dari pers nasional dan internasional dan dari Dirjen Amerika dan Eropa Barat Arizal Effendy.Didasarkan keinginan mendapat hasil otentik otopsi, Suciwati bersama sejumlah aktivis HAM menemui Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol. Suyitno Landung namun tidak mendapat hasil otentik karena Mabes Polri masih menahan untuk kepentingan penyidikan.Hasil pertemuan dengan Mabes, dari dokumen yang diperlihatkan kepolisian diketahui hasil analisis toxikologi menemukan kandungan arsenik di atas tingkat kewajaran dan mematikan. Polri juga menyarakan akan melakukan penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut.Todung menambahkan bahwa Munir sebagai publik figur seharusnya berhak mendapatkan hasil otopsi karena hal ini bukan tindak kriminal biasa. "Kami meminta penyelidikan tidak hanya melibatkan Mabes Polri tetapi unsur masyarakat dan Komnas HAM. Kita takut kasus seperti ini tidak terungkap," imbuhnya. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads