Lebaran, Wong Palembang Buru Pakaian Bekas Impor

Lebaran, Wong Palembang Buru Pakaian Bekas Impor

- detikNews
Jumat, 12 Nov 2004 15:45 WIB
Palembang - Dalam dua hari terakhir ini, pusat penjualan pakaian "BJ" alias pakaian bekas dari luar negeri di Palembang dipadati pembeli. Mereka umumnya memburu celana."Aku membeli 3 celana, murah. Diborong cuma dikasih Rp 150 ribu," kata Didik, warga Cempaka Dalam, yang berbelanja di sekitar Masjid Agung, Jalan Merdeka Palembang, sebelum salat Jumat (12/11/2004).Celana jeans yang dibeli Didik itu kondisinya memang hanya tinggal 60-70 persen. Tetapi, merk terkenal yang melingkar di pinggang jeans itu tentu dapat membuat Didik bergaya selama Lebaran ini.Harga ini memang jauh bila dibandingkan membeli celana jeans baru di toko. Merk yang tak dikenal kalau di toko dijual paling murah Rp70-Rp100 ribu per lembar."Mendingan pakai yang bekas, nggak norak. Kalau beli jeans buatan Bandung, malui bae," kata Didik memberi alasan.Memang, menjelang Lebaran ini ini, tempat penjualan pakaian bekas atau yang lebih dikenal di Palembang sebagai barang "BJ", diserbu pembeli. Baik di pasar kaget setiap Jumat di Masjid Agung Palembang, Pasar Cinde, Pasar Plaju atau di Pasar 16 Ilir."Seminggu sebelum lebaran ini aku sudah menjual 20 potong celana jeans," kata Hasbullah, pedagang pakaian bekas di Pasar Cinde kepada detikcom. Harga celana jeans yang dijualnya berkisar Rp 40-70 ribu per potong. Merknya Levi's hingga Tira.Tetapi, kata Hasbullah, bukan hanya celana jeans yang diburu pembeli, kemeja atau pakaian anak-anak juga diburu. "Bagus-bagus kok. Jadi pantas dipakai saat lebaran, dan harganya lebih murah," kata Hasbullah berpromosi.Lalu, dari mana pakaian bekas itu? Kisahnya, pakaian itu berasal dari Singapura, Malaysia, Jepang atau Taiwan. Pakaian yang semula untuk disumbangkan untuk masyarakat miskin itu kemudian dijadikan barang bisnis.Dan, menurut informasi, bisnis pakaian eks luar negeri ini sudah berlangsung sejak pertengahan tahun 1970-an. (nrl/)


Berita Terkait