Natasha Calista yang duduk di kelas XII SMA Hang Tuah 2 itu mengalami luka di tangan dan kaki. Dia disebut dikeroyok pelajar satu sekolahnya setelah Anggara kabur dengan Honda Jazznya pada Kamis (31/10/2013).
Β
"Oh iya, dipukuli. Siswa-siswa itu. Tasha (sapaan Natasha-red) dikeroyok. Sampai, maaf, jalannya begini," ujar Ibunda Anggara sembari memeragakan cara jalan Natasha yang pincang di Mapolda Jatim, Jumat (8/11/2013).
Mengapa dipukuli? Sang ayah, Brigjen (Pur) Totok Sudharto, menyebut karena para siswa ini melampiaskan kemarahan mereka kepada Natasha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Orangtua Anggara menyayangkan peristiwa main hakim sendiri yang menimpa kekasih putranya itu. "Kasihan dia. Dia kan nggak tahu apa-apa. Aduh saya nggak tega sekali lihat kondisinya," tambah Ibunda Anggara berkaca-kaca.
"Kalau ayam itu istilahnya pengkor," imbuh Totok Sudharto.
Yang mengejutkan lagi, Totok Sudharto mengungkap bila Natsha berencana pindah sekolah usai kejadian ini. "Dia bahkan mau pindah katanya. Saya bilang, sayang sekali kalau dia harus pindah. Sudah kelas tiga, sekolah juga tinggal 5 bulan lagi," ungkapnya.
Kasus tabrak massal yang terjadi di SMA Hang Tuah 2 itu kini tengah diproses hukum di Polres Sidoarjo. Anggara yang menabrak dengan Honda Jazz sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Namun baru sehari tidur di ruang tahanan, Anggara dibawa ke RS Bhayangkara karena mengeluh sakit kembung dan susah tidur. Kasus ini juga berkembang karena Anggara balik melaporkan siswa SMA Hang Tuah 2 dengan tuduhan pengeroyokan dan perusakan mobil.
(gik/ndr)











































