"Dia perannya merekrut tersangka eksekutor Rusky dan Elsriski yang jatuh itu," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Slamet Riyanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (8/11/2013).
Slamet mengatakan, tersangka berprofesi sebagai sopir angkot. Pago direkrut oleh Surya Hakim yang menjadi koordinator pembunuhan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedang dibawa ke Dokkes dulu untuk diperiksa kesehatannya," tutup Slamet.
Selain berperan sebagai perekrut, tersangka juga bertugas mengintai aktivitas Holy. Sebelum akhirnya diseksekusi di Apartemen Kalibata City, Jaksel pada tanggal 30 September 2013 malam lalu, Pago mengintai Holy hingga ke rumah ibu asuhnya di Cibubur, Jakarta Timur
Pembunuhan Holy diduga dilakukan oleh suaminya sendiri, Gatot Supiartono, dengan eksekutor berjumlah 5 orang. Polisi telah menahan Gatot, Surya Hakim dan Abdul Latif dan sekarang ditambah Pago. Satu tersangka lagi masih kabur yaitu Rusky. Sedang satu tersangka tewas terjatuh saat mencoba mengeksekusi Holly yaitu Elriski. Motif pembunuhan diduga karena Gatot sudah tidak tahan dengan rongrongan Holy yang minta macam-macam dan mengancam Gatot.
(mei/nrl)











































