Muhammadiyah Sampaikan Bela Sungkawa Meninggalnya Arafat
Jumat, 12 Nov 2004 15:24 WIB
Yogyakarta -
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengucapkan turut berbela sungkawa atas meninggalnya Presiden Palestina Yasser Arafat. Muhammadiyah berharap warga Palestina akan dibebaskan dari kekejaman seperti yang terjadi selama ini. Terkait meninggalnya Arafat, Muhammadiyah juga telah mengutus Wakil Ketua PP Muhammadiyah Amin Abdullah untuk bersama-sama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan sejumlah tokoh nasional menuju Kairo Mesir untuk melakukan takziyah (penghormatan terakhir).Pernyataan ini disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr HA Syafi'i Ma'arif didampingi Sekretaris Haedar Nashir kepada wartawan di kantornya, Jl. Cik Ditiro, Yogyakarta, Jumat (12/11/2004)."Kami keluarga besar Muhammadiyah menyampaikan ucapan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya pemimpin dan Presiden palestina Yasser Arafat. Semoga mendapat tempat di sisi Allah SWT," kata Syafi'i.Dia berharap semoga rakyat Palestina mendapatkan pemimpin baru yang lebih baik serta rakyat Palestina dibebaskan dari kekejaman yang tiada akhir, seraya menjadi bangsa dan negara yang berdaulat di muka bumi ini.Di masa depan, kata Syafii, nasib bangsa Palestina akan sangat tergantung oleh Amerika Serikat dan negara-negara Arab. "Amerika tulus atau tidak memberikan kemerdekaan seperti yang pernah dijanjikan Bush, bahwa tahun 2005 rakyat Palestina akan merdeka. Itu benar atau tidak nanti," katanya.Selain itu, kata Syafi'i, adapula bangsa Arab yang malah tidak ingin atau melihat Palestina merdeka. Padahal, warga Palestina sudah lebih dari setengah abad mendambakan kemerdekaan.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































