Sebelum ke Belanda, Istri Selalu Dampingi Munir Makan
Jumat, 12 Nov 2004 15:05 WIB
Jakarta -
Mabes Polri telah meminta keterangan Suciwati, istri Munir terkait dugaan aktivis HAM itu diracun. Selama seminggu sebelum ke Belanda, Munir yang diduga meninggal akibat diracun, tidak pernah makan-makan ke restoran. Saat makan, istrinya, Suciwati, juga selalu mendampingi Munir. Demikian diungkap Kabareskrim Mabes Polri, Jenderal Pol Suyitno Landung kepada wartawan di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, JUmat (12/11/2004). Suyitno sebelumnya menerima istri Munir, Suciwati. "Pendamping Munir adalah Suciwati, selama seminggu dia tak ke mana-mana. Tidak jajan, artinya tidak ke restoran. Dia selalu didampingi sampai ia berangkat ke Belanda," kata Suyitno. Mabes kini tengah mengumpulkan data-data kematian Munir. Selain penjelasan Suci, Mabes juga menggali data kondisi Munir di pesawat. Dalam kesempatan itu, Suyitno membenarkan Mabes Polri telah menerima hasil analisa toksikologi dari Laboratorium Forensik Belanda. Analisa menyebutkan, di dalam tubuh almarhum Munir terkandung arsenik atau logam yang melampaui batas kewajaran. "Namun dari hasil analisa tersebut tidak bisa ditentukan kapan almarhum mengkonsumsi kandungan logam tersebut. Hasil analisis juga tidak bisa menentukan arsen yang masuk dalam tubuh almarhum dakam bentuk apa secara fisik. Apakah makanan, atau minuman atau bentuk fisik lainnya. Itu harus kita selidiki nanti," kata Suyitno.
(iy/)










































