Sekretaris DPC Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI) Kabupaten Semarang, Eko Budi Santoso mengatakan, peristiwa yang menimpa salah satu anggotanya tersebut terjadi hari Kamis (31/10) lalu.
Awalnya korban berkenalan dengan seorang pria yang mengaku bernama Lilik di Facebook sekitar dua minggu sebelum kejadian. Perkenalan tersebut berlanjut dengan saling telepon. Pria tersebut kemudian menawari job untuk korban bernyanyi di acara pernikahan di Tembalang, Semarang.
"Malam Jumat minggu kemarin ditawarin menyanyi di Tembalang. Mereka kemudian janjian bertemu di RSUD Ungaran sekitar pukul 19.00 WIB," kata Eko saat dihubungi detikcom, Kamis (7/11/2013).
Keduanya berbincang dan membahas masalah honor. Setelah deal, motor korban dititipkan di RSUD Ungaran dan keduanya berboncengan menggunakan motor pelaku ke arah Tembalang.
"Sekitar pukul 21.00 WIB sampai 22.00 WIB, korban diajak muter-muter di Tembalang," tandasnya.
Ketika sampai di sekitar hutan di kawasan Rowosari, pelaku menghentikan motornya dan mengeluarkan senjata tajam. Pelaku mengancam akan membunuh korban jika tidak menuruti kemauannya.
Aksi brutal pun dilakukan oleh pelaku, ia melucuti pakaian korban kemudian menutup mulut, mengikat tangan dan kaki menggunakan lakban. Pelaku kemudian memerkosa korban.
"Setelah itu pakaian, uang Rp 3 juta, dua handphone, satu BlackBerry, dan tas dibawa lari pelaku," sambung Budi.
Korban kemudian ditinggalkan dalam keadaan telanjang dan terikat di tengah hutan. Korban berusaha melepaskan lakban yang mengikatnya hingga akhirnya bisa terlepas. Setelah bisa bergerak leluasa, korban berlari sejauh dua kilometer dengan kondisi telanjang.
"Sampai di rumah pertama itu jaraknya dua kilometer, sudah masuk Ungaran (Kabupaten Semarang). Warga di sana kemudian menolongnya," katanya.
Warga Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur yang menolong korban kemudian melaporkan ke lurah setempat dan meneruskan hingga ke Polres Semarang.
Budi menambahkan, pelaku tersebut memiliki ciri-ciri tidak terlalu tinggi, agak gemuk, rambut pendek ikal, kulit putih, dan memakai motor Yamaha Jupiter.
"Sejak bertemu dan melakukan pemerkosaan pria itu pakai masker terus," imbuhnya.
Saat ini kasus tersebut masih ditangani pihak Polsek Tembalang Semarang. Kapolsek Tembalang AKP Wahyu Broto Narsono Adhi mengatakan pihaknya sudah menerima pelimpahan kasus tersebut dari Polres Semarang.
"Kami sudah terima pelimpahan kasusnya dari Polres Semarang," kata Wahyu saat dikonfirmasi.
Selain itu, ada informasi, peristiwa serupa dialami oleh penyanyi asal Boja, Kendal di dekat Penggaron, Kabupaten Semarang seminggu sebelum kejadian yang menimpa korban. Bahkan ciri-ciri pelaku pun sama dan dilakukan juga pada malam Jumat atau Kamis malam. Meski demikian pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah modus dan pelakunya sama atau tidak.
"Kejadian ini sudah kedua kalinya terjadi. Belum tahu apakah modusnya sama atau tidak," tandas Kapolsek.
Sementara itu, saat ini kondisi korban masih shock dan berada di rumahnya di daerah Bawen. "Masih shock korbannya," ujar Budi.
(alg/rmd)











































