"Dalam hati saya cuma bisa tertawa sendiri mendengar laporan balik itu," ujar Setyo Nugroho salah satu korban penabrak massal saat dihubungi detikcom, Kamis (7/11/2013).
Laporan balik Anggara dianggapnya lucu. Staf TU bagian administrasi dan logistik SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo ini mengakui hanya melihat ketika mobil pelaku menabrak orang di sekitarnya dari belakang maupun depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menerangkan, meski siswa yang jumlahnya puluhan di sekitar mobil pelaku, menurutnya tidak sampai akan melakukan tindakan anarkis, karena siswa Hang Tuah 2 Sidoarjo tidak memiliki catatan kenakalan pelajar dan penurut.
"Dengan jumlah siswa yang sangat-sangat banyak tidak hanya 50 orang tapi lebih, bisa saja menggulingkan mobil atau membakarnya. Nyatanya tidak dan pemikiran untuk berbuat anarkis, saya rasa tidak ada," ujarnya.
Kalau Anggara tetap melaporkan balik, menurutnya itu hak pribadi dan menunggu proses hukum yang berjalan. Ia menegaskan kembali, siswa Hang Tuah 2 tidak akan melakukan anarkis.
"Ketika masa lulusan, siswa sudah ada yang mengajaknya untuk konvoi. Tapi guru meminta siswa tidak ikut dan masuk kembali ke sekolah, ya nurut. Catatan di SMA Hang Tuah 2 juga tidak ada tawuran antar pelajar antar sekolah," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Anggara anak purnawirawan polisi bintang satu ini ditetapkan sebagai tersangka, karena menabrak puluhan siswa di SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo, hingga mengakibatkan 4 orang mengalami luka-luka, pada Kamis (31/10/2013).
Setelah diperiksa dan ditetapkan tersangka, dia melaporkan balik karena menjadi korban pengeroyokan dan pengerusakan mobil Honda Jazz warna abu-abu nopol L 177 AY.
Dia melaporkan seorang siswa berinisial A yang dituding sebagai provokator. Karena provokasinya, Anggara menabrak siswa, guru ddan staf SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo.
(roi/ndr)










































