Keterangan yang diperoleh Kamis (7/11/2013) menyebutkan, koleksi yang hilang itu berasal dari ruang atau galeri Melayu. Antara lain perlengkapan untuk acara adat seperti keris dan tepak sirih, serta perlengkapan makan.
Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Langkat, Rizal Gunawan Gultom menyatakan pembobolan museum itu diketahui pada Rabu (6/11) pagi. Kasusnya kemudian dilaporkan ke polisi.
"Sudah dilaporkan ke Polsek Tanjung Pura, dan saya kira juga langsung diinformasikan juga ke Polres Langkat," kata Gultom kepada wartawan di Langkat, Kamis sore.
Museum Daerah Langkat dirintis pada tahun 2003. Gedungnya yang memanfaatkan bekas bangunan Kesultanan Langkat, berada di Jalan Amir Hamzah, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, tak jauh dari Masjid Azizi.
Sepanjang yang diketahui Gultom, museum itu tidak memiliki koleksi emas. Museum itu juga tidak memiliki Closed Circuit Television (CCTV) atau kamera pengawas.
(rul/mad)











































