6 Gerbong KA BBM Terguling ke Sungai, 2 Gerbong Masih Berapi

6 Gerbong KA BBM Terguling ke Sungai, 2 Gerbong Masih Berapi

- detikNews
Jumat, 12 Nov 2004 13:26 WIB
Ngawi - Anjlok dan terbakarnya 6 gerbong KA pengangkut BBM mengakibatkan rel juga terbakar dan rusak parah. Sementara enam gerbong yang terbakar itu terguling ke dalam sungai. Sampai pukul 12.47 WIB, kobaran api masih tambak menyala di dua gerbong. Demikian pemantauan detikcom di lokasi kejadian, Kampung Sendangrejo, Desa Wonokerto, Kacematan Kadunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jumat (12/11/2004). KA nahas ini terdiri 17 gerbong dan sedang membawa solar. Nah, sekitar pukul 06.40 WIB, saat KA pembawa solar ini hampir sampai di jembatan rel Salak, terjadilah masalah. Enam gerbong di belakang, yaitu gerbong nomor 09, 292, 167, 84, 1888 dan 234 anjlok, lepas dari rel. "Enam gerbong itu kemudian lepas dari rangkaian rel dan lokomotif. Enam gerbong ini kemudian terseret sampai sekitar 500 meter di atas rel. Enam gerbong ini kemudian terguling di sungai saat sampai di jembatan," kata Mungin, salah seorang warga yang menyaksikan awal kejadian ini. Sungai ini berketinggian sekitar 10 meter dari jembatan rel Salak. Sungai ini tidaklah besar. Saat terseret, enam gerbong ini kemudian terbakar, karena solarnya bertumpahan. Ledakan keras sempat terdengar sekali dan diikuti oleh ledakan-ledakan kecil. Begitu enam gerbong ini terbakar dan jatuh ke dalam sungai, api kemudian juga berkobar di atas air sepanjang sungai, yang telah tercemari solar itu. Api juga merembet ke pepohonan di sepanjang sungai dan di dekat jembatan rel Salak. Beruntung, lokasi kejadian ini jauh dari pemukiman. Lokasi kebakaran enam gerbong KA ini hanya dikelilingi sungai dan sawah. Akibat kecelakaan ini, kondisi rel di TKP rusak berat. Bahkan, sampai berita ini diturunkan, bantalan-bantalan rel yang terbuat dari kayu masih tampak terbakar dan mengepulkan asap. Sejumlah rel yang terbuat dari besi itu juga tampak patah. Jembatan rel Salak sepanjang 25 meter itu tampak hancur. Di lokasi kebakaran, tampak stand by sebuah mobil pemadam kebakaran. Namun, tampaknya petugas pemadam tidak berani memadamkan api. Menurut penuturan warga, empat gerbong yang sudah padam itu padam sendiri. Memang, wajar saja bila petugas pemadam kebakaran tidak berani menuju lokasi. Pasalnya, 100 meter dari lokasi saja, hawa panas sudah sangat terasa. Karena itulah, aparat kepolisian memasang police line sejak 100 meter dari lokasi. Police line dipasang melingkar dengan diameter 200 meter. Meski begitu, sejumlah warga tetap saja menerobos police line untuk menyaksikan kebakaran itu dari jarak sekitar 70 meter. Sampai siang ini, warga yang menyaksikan kejadian itu sudah berkurang. Sebagian besar membubarkan diri sebelum masuk waktu dzuhur. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads