Dokter Pribadi Arafat Minta Dilakukan Otopsi
Jumat, 12 Nov 2004 11:10 WIB
Jakarta - Dokter pribadi almarhum Yasser Arafat meminta untuk dilakukan otopsi atas jenazah pemimpin Palestina itu. Dokter tersebut mengaku heran dan marah atas kegagalan tim medis Prancis mendiagnosa penyakit Arafat.Ashraf al Kurdi, yang merupakan teman dan dokter bagi Arafat selama 25 tahun, juga mengatakan bahwa dirinya "kecewa" dengan perawatan yang diberikan dokter-dokter Prancis kepada Arafat. Demikian seperti dilansir Sydney Morning Herald, Jumat (12/11/2004). "Mereka tidak peduli bahkan untuk menelepon saya dan menanyakan sejarah medis dia," cetus al Kurdi dalam wawancara telepon dari rumahnya di Yordania. "Mereka bahkan tidak menelepon. Saya sangat kecewa dengan penanganan mereka terhadap, dan saya tidak bisa mengerti dengan kurangnya penjelasan atas kematian dia," tandasnya.Dikatakan al Kurdi, otopsi perlu dilakukan untuk mengetahui sebab-sebab kematian Arafat. "Dalam kasus dimana seseorang meninggal dengan penyebab yang tidak bisa dijelaskan, saya rasa otopsi diperlukan," ujarnya.Al Kurdi termasuk dalam tim dokter yang pada Oktober lalu merekomendasikan Arafat untuk melakukan pemeriksaan lebih jauh di Paris, Prancis. Pejabat-pejabat Palestina belum bisa dihubungi untuk dimintai komentarnya atas penyataan al Kurdi tersebut.Namun otopsi terhadap Arafat sepertinya mustahil dilakukan. Jenazah simbol perjuangan Palestina itu tiba di Kairo, Mesir hari Jumat ini. Selanjutnya akan dilakukan prosesi pemakaman kenegaraan, diikuti dengan penguburan di kota Ramallah, Tepi Barat.
(ita/)











































